Teknik Baru Deteksi Elemen Tanah Jarang di Tanaman tanpa Merusak
Sains
Iklim dan Lingkungan
19 Apr 2026
96 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknik baru ini memungkinkan deteksi elemen langka dalam tanaman tanpa merusak tanaman tersebut.
Phytomining dapat menjadi alternatif berkelanjutan untuk penambangan tradisional dan membantu dalam restorasi lingkungan.
Pengembangan metode ini dapat meningkatkan ketahanan pasokan elemen langka dengan memanfaatkan sumber domestik.
Para peneliti di North Carolina State University mengembangkan metode menggunakan spektroskopi fluoresensi untuk mendeteksi dan mengukur elemen tanah jarang dalam tanaman tanpa merusak mereka. Teknik ini sebagai solusi untuk mengatasi tantangan pengukuran kandungan elemen tanah jarang secara non-destruktif dalam proses phytomining.
Metode ini memanfaatkan sifat khas dysprosium yang dapat memancarkan cahaya lebih lama dari fluoresensi alami tanaman. Pemberian sodium tungstate meningkatkan emisi cahaya yang kemudian diukur menggunakan laser ultraviolet untuk mendapatkan konsentrasi elemen secara akurat.
Inovasi ini berpotensi mendukung pengembangan phytomining secara efisien dan berkelanjutan. Dengan kemampuan mendeteksi elemen dalam tanaman, metode ini dapat mengurangi ketergantungan pada penambangan tradisional dan impor, sekaligus membantu restorasi lingkungan.
Analisis Ahli
Colleen Doherty
Metode ini memungkinkan identifikasi dan pengukuran konsentrasi elemen tanah jarang secara langsung pada tanaman tanpa merusaknya, membuka jalan bagi pemanenan optimal dan konservasi sumber daya.

