Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Material Selulosa Baru Mampu Pisahkan Unsur Langka Dysprosium Secara Ramah Lingkungan

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (1mo ago) electronic-vehicles-and-batteries (1mo ago)
20 Feb 2026
19 dibaca
2 menit
Material Selulosa Baru Mampu Pisahkan Unsur Langka Dysprosium Secara Ramah Lingkungan

Rangkuman 15 Detik

Penelitian ini menawarkan metode baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk memisahkan elemen langka.
Permintaan untuk dysprosium diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam 25 tahun ke depan.
Metode berbasis selulosa ini berpotensi mendukung upaya daur ulang dan mengurangi ketergantungan pada material langka yang diimpor.
Peneliti di Penn State berhasil mengembangkan material baru dari selulosa yang bisa secara selektif memisahkan unsur langka dysprosium yang penting untuk komponen elektronik, motor listrik, dan generator. Teknik ini bertujuan menggantikan proses yang selama ini menggunakan pelarut kimia berbahaya dan konsumsi energi tinggi. Dysprosium adalah unsur langka yang permintaannya terus meningkat, terutama untuk teknologi yang membutuhkan magnet tahan panas tinggi dan stabilisasi nuklir. Dengan teknologi baru ini, bahan berbasis tanaman mampu menangkap dysprosium dari campuran logam langka lainnya, seperti neodymium. Material yang digunakan adalah nanokristal selulosa yang diubah secara molekuler sehingga memiliki rantai anion yang bisa menangkap ion dysprosium secara selektif. Proses ini sederhana dan efisien karena hanya perlu dicampurkan ke dalam larutan campuran logam. Metode ini menjanjikan pengurangan dampak lingkungan yang signifikan karena menghilangkan kebutuhan akan bahan kimia berbahaya dan peralatan industri besar. Peneliti juga berniat mengembangkan teknologi ini untuk mengisolasi logam langka lain serta meningkatkan efisiensi pemulihannya. Jika berhasil disempurnakan dan diproduksi secara massal, teknologi ini dapat membantu mendukung daur ulang bahan langka, mengurangi ketergantungan impor, dan mendukung kebutuhan besar akan unsur langka akibat kemajuan kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Analisis Ahli

Amir Sheikhi
Pendekatan berbasis nanokristal selulosa memberikan solusi selektivitas yang belum pernah ada sebelumnya, dengan potensi dampak lingkungan yang jauh lebih rendah daripada teknik konvensional.