Inovasi Aktuator Otomatis yang Bisa Berubah Bentuk dan Memperbaiki Diri Sendiri
Teknologi
Robotika
18 Apr 2026
234 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Aktuator dielektrik elastomer baru memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri dan berubah bentuk, memberikan fleksibilitas dalam desain robot.
Penemuan ini memungkinkan robot untuk beradaptasi dengan berbagai tugas tanpa perlu merancang ulang perangkat keras.
Teknologi ini mendukung pengembangan robot yang lebih berkelanjutan dan dapat digunakan kembali, mengurangi limbah dalam industri.
Para peneliti di Seoul National University mengembangkan aktuator elastomer dielektrik baru dengan elektroda berbasis ferrofluid yang bisa berubah bentuk saat operasi dan memperbaiki diri ketika rusak. Sistem ini mengatasi keterbatasan elektroda tetap pada aktuator konvensional yang hanya bisa melakukan satu gerakan tetap.
Ferrofluid dalam keadaan padat di suhu ruang namun berubah menjadi cair saat terkena panas atau medan magnet, memungkinkan elektroda untuk dipindah, dibagi, dan disusun ulang selama operasi. Aktuator ini juga tahan terhadap kerusakan karena dapat memperbaiki jalur listrik yang putus dan memungkinkan daur ulang material elektroda dengan pemulihan kinerja sampai 91 persen.
Inovasi ini membuka kemungkinan robot lunak yang dapat beradaptasi kapan saja dengan fungsi berbeda tanpa perlu dirancang ulang, menekan biaya produksi dan memperpanjang masa pakai. Potensi aplikasinya meliputi robot tangan dengan gerakan alami, mesin yang bisa memperbaiki diri sendiri, serta perangkat elektronik fleksibel yang bisa dibangun ulang.
Analisis Ahli
Prof. Jeong-Yun Sun
Teknologi elektroda yang dapat diprogram ini merupakan fondasi penting untuk robot lunak yang berkelanjutan dan multifungsi; inovasi dalam desain partikel dan polimer adalah kunci terobosan ini.Prof. Ho-Young Kim
Menggabungkan keleluasaan struktural dengan teknik material memungkinkan struktur robotik tunggal menghasilkan berbagai modus gerak yang hampir tak terbatas, menyerupai fleksibilitas otot manusia.


