Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tokopedia Di Bawah Kendali ByteDance: Tantangan Dan Strategi E-commerce Asia Tenggara

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
News Publisher
16 Apr 2026
1240 dibaca
1 menit
Tokopedia Di Bawah Kendali ByteDance: Tantangan Dan Strategi E-commerce Asia Tenggara

TLDR

Tokopedia mengalami penurunan posisi di pasar e-commerce Asia Tenggara.
ByteDance mengakuisisi Tokopedia untuk memperkuat TikTok Shop di Indonesia.
Lazada mengadopsi strategi baru dengan fokus pada produk bernilai tinggi.
Pertumbuhan industri e-commerce Asia Tenggara mencapai nilai US$157,6 miliar pada 2025, namun Tokopedia mencatat posisi GMV terendah sekitar US$9 miliar dibanding pemain besar seperti Shopee dan TikTok Shop. ByteDance mengakuisisi mayoritas saham Tokopedia dan menanamkan modal US$1,5 miliar untuk mengintegrasikan bisnis e-commerce di Indonesia.Shopee memimpin pasar dengan GMV US$83,2 miliar, TikTok Shop di posisi kedua dengan GMV US$45,6 miliar yang tumbuh lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya, dan Lazada fokus pada produk bernilai tinggi. Efisiensi besar-besaran dilakukan oleh ByteDance dengan pemangkasan sekitar 420 karyawan sejak Juli hingga Agustus 2025 guna memperkuat integrasi.Integrasi Tokopedia dan TikTok Shop bertujuan memperkuat posisi ByteDance di pasar e-commerce Indonesia yang kompetitif, meskipun menghadapi tantangan dari dominasi Shopee dan kebutuhan efisiensi internal. Perusahaan membantah rencana menutup aplikasi Tokopedia dan terus berupaya mempertahankan eksistensi di pasar lokal.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.