Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tokopedia di Bawah Kendali ByteDance: Tantangan dan Strategi E-commerce Asia Tenggara

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
startups (2d ago) startups (2d ago)
16 Apr 2026
57 dibaca
1 menit
Tokopedia di Bawah Kendali ByteDance: Tantangan dan Strategi E-commerce Asia Tenggara

Rangkuman 15 Detik

Tokopedia mengalami penurunan posisi di pasar e-commerce Asia Tenggara.
ByteDance mengakuisisi Tokopedia untuk memperkuat TikTok Shop di Indonesia.
Lazada mengadopsi strategi baru dengan fokus pada produk bernilai tinggi.
Pertumbuhan industri e-commerce Asia Tenggara mencapai nilai Rp 2.63 quadriliun (US$157,6 miliar) pada 2025, namun Tokopedia mencatat posisi GMV terendah sekitar Rp 150.30 triliun (US$9 miliar) dibanding pemain besar seperti Shopee dan TikTok Shop. ByteDance mengakuisisi mayoritas saham Tokopedia dan menanamkan modal Rp 25.05 triliun (US$1,5 miliar) untuk mengintegrasikan bisnis e-commerce di Indonesia. Shopee memimpin pasar dengan GMV Rp 1.39 quadriliun (US$83,2 miliar) , TikTok Shop di posisi kedua dengan GMV Rp 761.52 triliun (US$45,6 miliar) yang tumbuh lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya, dan Lazada fokus pada produk bernilai tinggi. Efisiensi besar-besaran dilakukan oleh ByteDance dengan pemangkasan sekitar 420 karyawan sejak Juli hingga Agustus 2025 guna memperkuat integrasi. Integrasi Tokopedia dan TikTok Shop bertujuan memperkuat posisi ByteDance di pasar e-commerce Indonesia yang kompetitif, meskipun menghadapi tantangan dari dominasi Shopee dan kebutuhan efisiensi internal. Perusahaan membantah rencana menutup aplikasi Tokopedia dan terus berupaya mempertahankan eksistensi di pasar lokal.

Analisis Ahli

Andi Nugroho (Analis E-commerce Indonesia)
Langkah ByteDance menanamkan modal besar dan menggabungkan Tokopedia dengan TikTok Shop merupakan strategi yang tepat untuk menghadapi dominasi Shopee, meskipun pemangkasan tenaga kerja harus diwaspadai dampaknya terhadap operasional dan inovasi.
Siti Rahmawati (Pengamat Teknologi dan Bisnis Digital)
Penggabungan ini berpotensi menciptakan ekosistem e-commerce yang lebih kuat, tetapi mempertahankan loyalitas pengguna Tokopedia sambil mengintegrasikan fitur TikTok Shop menjadi tantangan krusial agar tidak kehilangan pelanggan.