TLDR
Pengembangan sistem pemotongan laut dalam menunjukkan kemajuan dalam teknik subsea China. Aktuator elektro-hidrostatis memberikan solusi lebih efisien untuk operasi di kedalaman laut. Uji coba ini dapat mendukung operasi energi lepas pantai dan perbaikan infrastruktur bawah laut. China berhasil menguji sistem pemotong bawah laut di kedalaman 3.500 meter menggunakan kapal riset Haiyang Dizhi 2. Sistem ini menggabungkan motor, hidrolik, dan unit kontrol dalam satu perangkat yang kompak tanpa perlu pipa minyak eksternal. Hal ini menandai kemajuan teknologi yang memungkinkan operasi di lingkungan dengan tekanan dan korosi tinggi.Sistem yang dikembangkan oleh Universitas Zhejiang mampu menghasilkan gaya lebih dari 50 kilonewton dengan daya penggerak minimal 1.0 kilowatt dan mampu menahan tekanan di atas 35 megapascals. Perangkat ini juga menggunakan teknologi dari bidang penerbangan yang diperkuat untuk penggunaan bawah laut. Uji coba berlangsung selama 30 hari dengan dukungan lebih dari 100 personel dan berbagai alat serta kendaraan operasi bawah laut.Pengembangan ini memiliki potensi besar untuk mendukung operasi energi lepas pantai serta pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur bawah laut secara lebih efisien. Teknologi ini juga mengurangi ketergantungan pada peralatan asing dan membuka peluang untuk otomatisasi lebih lanjut di lingkungan laut dalam. Hal ini menunjukkan investasi besar China dalam memperkuat kapabilitas industri subsea nasional.