Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Boikot NeurIPS oleh Tiongkok Tunjukkan Kesenjangan Riset AI dengan AS

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
14 Apr 2026
273 dibaca
1 menit
Boikot NeurIPS oleh Tiongkok Tunjukkan Kesenjangan Riset AI dengan AS

AI summary

Kebijakan NeurIPS yang diskriminatif memicu reaksi keras dari komunitas penelitian di Tiongkok.
CAST menunjukkan bahwa Tiongkok ingin mandiri dalam penelitian AI jika tidak diterima di forum internasional.
Keterlibatan peneliti dari Tiongkok sangat penting bagi keberhasilan konferensi NeurIPS.
NeurIPS, konferensi AI besar yang berlokasi di Sydney tahun 2026, mengumumkan kebijakan awal yang melarang makalah dari institusi Tiongkok yang terkena sanksi AS, memicu boikot dari China Association for Science and Technology (CAST). Kebijakan ini kemudian dicabut setelah kritik keras, namun CAST tetap memutuskan tidak mendanai keikutsertaan peneliti Tiongkok.CAST dan China Computer Federation adalah dua organisasi utama di Tiongkok yang berperan dalam keputusan boikot tersebut. Data terbaru menunjukkan Tiongkok adalah kontributor terbesar makalah AI di NeurIPS dan memiliki jumlah talenta AI yang sangat besar dibandingkan dengan negara-negara lain.Boikot ini mengindikasikan adanya perpecahan yang semakin dalam antara komunitas riset AI Tiongkok dan AS, dengan potensi Tiongkok untuk membangun sistem riset AI mandiri yang tidak bergantung pada konferensi internasional yang berbasis di Amerika Serikat.

Experts Analysis

Rebecca Arcesati
CAST’s decision signals China's growing self-reliance in advanced AI research and a strategic move to assert its scientific independence amidst geopolitical tensions.
William Hannas
Without Chinese participation, NeurIPS would lose a crucial portion of its content and prestige, highlighting how integral Chinese researchers have become in the global AI community.
Editorial Note
Ketegangan antara komunitas riset AI Tiongkok dan penyelenggara konferensi AS mencerminkan perubahan geopolitik mendalam yang memengaruhi kolaborasi ilmiah internasional. Boikot ini mungkin menjadi titik balik bagi Tiongkok untuk mengkonsolidasikan kekuatan risetnya di dalam negeri dan menantang dominasi konferensi Barat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.