Tanaman Kale dan Kubis Bisa Jadi Solusi Ramah Lingkungan untuk Mendulang Logam Berbahaya
Sains
Iklim dan Lingkungan
14 Apr 2026
250 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tanaman Brassicaceae memiliki potensi untuk digunakan dalam metode penambangan berkelanjutan.
Phytomining dapat membantu mengatasi masalah tanah yang terkontaminasi dan memenuhi kebutuhan logam penting.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan inovatif dalam penambangan untuk mengurangi dampak lingkungan.
Para ilmuwan dari Universitas Queensland menemukan bahwa tanaman dari keluarga Brassicaceae seperti kale dan kubis dapat menyerap dan menyimpan logam thallium dari tanah tercemar secara alami. Ini membuktikan kemampuan tanaman tersebut untuk digunakan dalam metode baru yang disebut phytomining.
Penelitian menggunakan teknologi mikro-X-ray fluorescence dan X-ray diffraction mapping menunjukkan bahwa thallium tersimpan dalam bentuk kristal thallium klorida di urat daun tanaman. Temuan ini membuka peluang untuk ekstraksi logam yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Metode phytomining ini tidak hanya membantu membersihkan tanah yang terkontaminasi logam berat tetapi juga menyediakan sumber logam penting untuk industri medis dan teknologi energi terbarukan, sehingga menjadi solusi ganda yang sangat menjanjikan di masa depan.
Analisis Ahli
Dr. Amelia Corzo-Remigio
Kemampuan tanaman Brassicaceae untuk mengakumulasi thallium dalam bentuk kristal menunjukkan potensi besar dalam phytomining yang dapat merevolusi cara kita menambang logam berbahaya namun bernilai.Sustainable Minerals Institute
Penggunaan tanaman untuk ekstraksi logam menawarkan alternatif pertambangan yang lebih bersih dan dapat memenuhi kebutuhan logam kritis di era teknologi hijau.

