Solusi Alamiah Atasi Polusi dan Dukung Perang Iklim Lewat Tumbuhan, Alga, dan Jamur
Sains
Iklim dan Lingkungan
13 Nov 2025
272 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Remediasi berbasis alam dapat mengubah limbah menjadi nilai ekonomi.
Pendekatan seperti fitoremediasi dan mikorremediasi menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan dan hemat biaya.
Solusi berbasis alam membantu dalam mencapai tujuan dekarbonisasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Saat ini, permasalahan lingkungan seperti polusi logam berat, radionuklida, dan limbah industri menimbulkan risiko besar bagi kesehatan manusia dan alam. Metode konvensional untuk membersihkan situs tercemar seringkali mahal dan menghasilkan limbah baru, sehingga solusi berbasis alam seperti penggunaan tanaman, alga, dan jamur mulai mendapat perhatian serius sebagai alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan.
Phytoremediation memanfaatkan berbagai jenis tanaman untuk menyerap dan mengikat polutan, terutama di lokasi dengan tingkat kontaminasi rendah sampai sedang. Dengan tambahan bahan seperti biochar dan kerja sama dengan mikoriza (jamur akar), efektivitasnya meningkat. Selain memperbaiki kualitas tanah, metode ini juga mampu menambah nilai ekonomi dengan pemulihan logam berharga.
Phycoremediation menggunakan alga yang dapat menyerap logam dan nutrisi berlebih dari air limbah. Selain mengurangi polutan, alga juga menyerap karbon dioksida sehingga sistem ini bisa menjadi karbon-negatif kalau diintegrasikan dengan energi bersih. Alga yang sudah memanen pun bisa diolah ulang menjadi energi atau bahan lainnya, membentuk siklus pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Mycoremediation memakai jamur dengan kemampuan menyerap, mengubah, atau menguraikan zat berbahaya, termasuk logam dan bahan organik kompleks. Jamur ini juga tahan terhadap kondisi lingkungan keras dan bisa diterapkan sebagai penghalang aktif dalam pengelolaan limbah, menambah lapisan perlindungan sambil mendukung sistem teknik konvensional.
Dengan meningkatnya tekanan regulasi dan kebutuhan untuk mencapai target iklim global, solusi berbasis alam ini menawarkan pendekatan yang tidak hanya menstabilkan bahaya saat ini tapi juga membangun ketahanan ekologis jangka panjang. Pendekatan ini makin dilirik karena memberikan nilai ekonomi dan lingkungan secara bersamaan, mengarah pada masa depan pengelolaan limbah yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Analisis Ahli
Dr. Vandana Shiva
Pendekatan berbasis alam seperti fitoremediasi tidak hanya mengatasi polusi tapi juga memperkuat ekosistem lokal dan ketahanan komunitas terhadap dampak perubahan iklim.Prof. Paul Stamets
Jamur memiliki potensi luar biasa dalam remediasi lingkungan karena kemampuannya menjelajah dan memecah senyawa berbahaya, membuka jalan baru untuk rekayasa ekologi yang sustainable.

