Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Startup San Francisco Ciptakan Chip Otak Manusia untuk Kurangi Energi AI

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (2d ago) artificial-intelligence (2d ago)
13 Apr 2026
11 dibaca
1 menit
Startup San Francisco Ciptakan Chip Otak Manusia untuk Kurangi Energi AI

Rangkuman 15 Detik

Penggunaan sel otak manusia dapat menjadi solusi untuk mengurangi konsumsi energi dalam teknologi AI.
The Biological Computing Company berinovasi dalam mengembangkan alternatif komputasi yang lebih efisien dibandingkan silikon.
Krisis yang dihadapi oleh industri AI mendorong pencarian solusi yang lebih berkelanjutan dan inovatif.
The Biological Computing Company (TBC) mengembangkan teknologi chip berbasis sel otak manusia sebagai alternatif chip silikon untuk AI. Startup ini didirikan pada Februari 2026 dengan pendanaan awal sebesar Rp 417.50 miliar (US$25 juta) . Mereka berfokus pada metode yang lebih efisien dalam pelatihan dan operasional AI generatif. TBC memanfaatkan data dunia nyata seperti gambar dan video yang dikodekan ke dalam chip sel otak, sehingga dapat memperkuat algoritma AI dengan konsumsi energi lebih rendah dan pelatihan lebih cepat. Chip ini berisi antara 100.000 hingga 500.000 sel saraf manusia dan memiliki masa pakai satu tahun dengan sistem pengelolaan limbah. Teknologi ini diharapkan bisa mengatasi krisis energi akibat AI dengan meningkatkan efisiensi hingga tiga kali lipat dan memungkinkan komputasi AI real-time dalam 5-10 tahun mendatang. Pentingnya pengembangan ini terlihat dari keterlibatan para ahli dan besar harapan akan adopsi yang luas di masa depan.

Analisis Ahli

Geoffrey Hinton
Penggunaan sistem biologis untuk komputasi bisa merevolusi cara AI bekerja dengan efisiensi energi yang lebih tinggi, namun integrasi teknologi tersebut dengan sistem modern memerlukan inovasi besar dalam bioteknologi dan engineering.
Fei-Fei Li
Pemanfaatan sel otak manusia sebagai basis chip AI merupakan langkah inovatif yang bisa memberikan loncatan dalam kapasitas pemrosesan visual dan persepsi AI, tetapi harus diimbangi dengan pertimbangan etika dan keberlanjutan lingkungan.