Sam Altman Sebut AI Cerdas Setara Manusia dan Bahas Kontroversi Air Pusat Data
Teknologi
Kecerdasan Buatan
26 Feb 2026
278 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perkembangan AI menuju Artificial General Intelligence (AGI) diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.
Kecerdasan super (ASI) berpotensi dapat menyelesaikan masalah yang lebih kompleks daripada kemampuan manusia.
Konsumsi energi dalam pengembangan AI harus diperhatikan, dengan pentingnya beralih ke sumber energi terbarukan.
Perkembangan teknologi AI kini semakin cepat dan teknologi kecerdasan buatan umum (AGI) semakin mendekati kenyataan. AGI merupakan jenis AI yang mampu berpikir dan beradaptasi seperti manusia tanpa perlu pelatihan terus-menerus, bahkan bisa mengajarkan kemampuan ke mesin lain.
Sam Altman, bos dari OpenAI, mengatakan bahwa kecerdasan buatan super (ASI) yang lebih pintar dari manusia biologis mungkin akan ada dalam waktu dekat. ASI ini dapat menangani berbagai masalah rumit yang bahkan tidak bisa dikerjakan manusia.
Banyak isu yang beredar tentang konsumsi air besar oleh pusat data AI saat digunakan, misalnya klaim 17 galon air per kueri ChatGPT. Altman membantah informasi ini dan menyebutnya tidak benar serta berlebihan.
Walaupun konsumsi air tidak signifikan, Altman mengakui pentingnya kekhawatiran soal penggunaan energi oleh pusat data AI. Ia menekankan perlunya peralihan cepat ke energi terbarukan seperti angin, matahari, dan energi nuklir untuk mendukung teknologi AI tersebut.
Altman juga menolak ide membuat pusat data AI di ruang angkasa karena mahal dan sulit memperbaiki perangkat keras seperti GPU bila rusak di sana. Ia menyimpulkan bahwa konsep tersebut tidak relevan untuk saat ini dan beberapa tahun ke depan.
Analisis Ahli
Elon Musk
AI sangat berpotensi membawa kemajuan besar, namun harus diawasi ketat agar tidak menjadi ancaman eksistensial bagi manusia.Geoffrey Hinton
Kemajuan dalam AI menuju AGI memang terlihat semakin nyata, tapi kita harus memastikan teknologi ini dikembangkan dengan prinsip keselamatan dan transparansi.

