Persaingan AI AS vs China: Chip Canggih dan Masa Depan Teknologi Global
Courtesy of CNBCIndonesia

Persaingan AI AS vs China: Chip Canggih dan Masa Depan Teknologi Global

Memberikan pemahaman tentang dinamika persaingan antara AS dan China di bidang teknologi AI dan chip, serta bagaimana kebijakan dan inovasi berdampak pada posisi kedua negara dalam dominasi teknologi global.

21 Jan 2026, 21.00 WIB
30 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Persaingan antara AS dan China dalam sektor teknologi semakin ketat, terutama dalam bidang AI.
  • Pandangan para tokoh teknologi tentang kemampuan inovasi China bervariasi, dengan beberapa mengkhawatirkan kemajuan yang cepat.
  • Keputusan kebijakan terkait ekspor chip AI dapat mempengaruhi posisi dominasi teknologi antara kedua negara.
Jakarta, Indonesia - Amerika Serikat dan China tengah bersaing sengit untuk menjadi yang terdepan dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Tokoh-tokoh teknologi AS seperti Jensen Huang dan Elon Musk memperingatkan bahwa China sangat cepat mengejar ketertinggalan dalam bidang ini, sehingga AS harus membuka akses ekspor chip AI ke China agar tidak kehilangan keunggulan.
Presiden AS Donald Trump akhirnya melonggarkan larangan ekspor chip H200 buatan Nvidia ke China, meskipun keputusan ini memicu kontroversi di dalam negeri dan kekhawatiran dari pengusaha teknologi. Beberapa pihak khawatir langkah ini justru memperkuat kemampuan China dalam mengembangkan teknologi AI mandiri.
Sementara itu, CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, berpendapat bahwa meskipun kemajuan AI di China cepat, mereka masih tertinggal sekitar enam bulan dari inovasi mutakhir yang dikembangkan perusahaan-perusahaan AS. Model AI baru dari perusahaan China DeepSeek sempat menghebohkan pasar teknologi global, tetapi dianggap sebagai reaksi berlebihan oleh industri AI AS.
Startup AI China seperti Minimax dan Zhipu juga mulai menunjukkan kemajuan dengan rencana untuk melantai di bursa saham Hong Kong. Di dalam negeri AS, persaingan juga sangat ketat, terutama setelah kemunculan ChatGPT yang memacu perusahaan teknologi besar untuk mengembangkan model AI yang semakin canggih dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Google dan DeepMind terus berinovasi dengan mengintegrasikan AI ke dalam berbagai produk populer, dan bahkan mengembangkan teknologi AI yang dapat diaplikasikan pada robot dengan kemampuan fisik seperti manusia. Meski demikian, tantangan besar masih ada dalam menciptakan teknologi AI dengan ketangkasan tangan dan keandalan yang setara dengan manusia.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260121163813-37-704125/china-kalahkan-as-hebohkan-dunia-bos-google-komen-tak-terduga

Analisis Ahli

Jensen Huang
"Mengingatkan bahwa proteksionisme AS bisa mendorong China menjadi mandiri dan mengejar ketertinggalan dalam AI lebih cepat."
Demis Hassabis
"Memperlihatkan bahwa meskipun China cepat mengejar, inovasi mutakhir masih didominasi oleh perusahaan AS dengan selisih waktu sekitar enam bulan."
Dario Amodei
"Mengungkapkan kekhawatiran bahwa pemberian akses chip canggih ke China sama bahayanya dengan 'menjual senjata nuklir ke Korea Utara', mengindikasikan dampak ekstrem dari kebijakan ekspor tersebut."

Analisis Kami

"Kebijakan pelonggaran ekspor chip oleh AS sebenarnya merupakan langkah pragmatis agar tidak memicu China untuk mempercepat pengembangan chip secara mandiri yang bisa menjadi ancaman jangka panjang. Namun, tanpa kontrol ketat, risiko hilangnya keunggulan teknologi AS semakin besar, memaksa perusahaan dan pemerintah AS untuk berinovasi lebih agresif."

Prediksi Kami

Dengan melonggarnya kebijakan ekspor chip AI ke China, persaingan teknologi AI akan semakin intensif dan mendorong inovasi cepat di kedua negara, namun AS masih tetap memimpin dalam inovasi terdepan selama beberapa waktu ke depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diungkapkan Jensen Huang tentang kemajuan teknologi AI di China?
A
Jensen Huang menyebut bahwa China hanya beberapa nanodetik di belakang AS dalam pengembangan AI.
Q
Mengapa Elon Musk memperingatkan tentang potensi China dalam sektor teknologi?
A
Elon Musk mengkhawatirkan bahwa China akan memiliki kekuatan terbesar dalam cadangan chip dibanding negara lain.
Q
Apa pendapat Demis Hassabis tentang kemampuan inovasi perusahaan AI China?
A
Demis Hassabis berpendapat bahwa perusahaan AI asal China belum mampu berinovasi melampaui teknologi mutakhir dari AS.
Q
Apa dampak dari keputusan Trump untuk membuka akses ekspor chip AI ke China?
A
Keputusan Trump untuk membuka akses ekspor chip AI ke China memicu kontroversi dan kekhawatiran di kalangan pengusaha di AS.
Q
Bagaimana perkembangan industri AI di AS setelah munculnya ChatGPT?
A
Setelah munculnya ChatGPT, industri AI di AS mengalami perlombaan untuk mengembangkan model-model AI canggih.