Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AI Semakin Gantikan Pekerjaan Manusia, PHK dan Tantangan Tenaga Kerja Meningkat

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (1mo ago) artificial-intelligence (1mo ago)
24 Feb 2026
52 dibaca
2 menit
AI Semakin Gantikan Pekerjaan Manusia, PHK dan Tantangan Tenaga Kerja Meningkat

Rangkuman 15 Detik

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan berpotensi menggantikan banyak pekerjaan manusia di masa depan.
Perusahaan semakin mengadopsi agen AI untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi.
Kekhawatiran tentang dampak negatif AI terhadap pasar kerja meningkat, tetapi ada juga harapan bahwa AI akan menciptakan jenis pekerjaan baru yang berkualitas tinggi.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) masih marak terjadi karena perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mulai menggantikan pekerjaan manusia. Di sisi lain, banyak pengangguran dan lulusan baru mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan seiring perusahaan yang mengurangi perekrutan akibat kondisi ekonomi yang tidak pasti. Rob Garlick dari Citi Global Insights memprediksi jumlah robot AI akan melampaui jumlah pekerja manusia dalam beberapa dekade nanti. Robot seperti humanoid, robot pembersih rumah, dan mobil otomatis diperkirakan akan meningkat pesat, bahkan mencapai 4 miliar unit pada tahun 2050. Perusahaan lebih banyak memilih agen AI karena biayanya lebih murah dibanding menggaji pekerja manusia. Misalnya, robot dengan harga Rp 250.50 ribu (US$15.000) dapat kembali modal hanya dalam waktu kurang dari 4 minggu dengan menggantikan upah pekerja manusia yang diestimasikan Rp 684.70 ribu (US$41) per jam. Pemimpin bisnis dan tokoh seperti Elon Musk dan Bob Sternfels memprediksi AI akan semakin memenuhi dunia kerja dan bahkan akan menyamai jumlah tenaga manusia dalam waktu dekat. Namun, kekhawatiran bertambah karena banyak perusahaan besar seperti Amazon dan Lufthansa sudah mengaitkan PHK dengan penggunaan AI. Di sisi lain, ada juga pandangan optimis dari CEO Nvidia, Jensen Huang, yang mengatakan AI akan membawa gelombang pekerjaan baru dengan gaji tinggi, terutama di bidang pembangunan dan pemeliharaan teknologi AI serta keterampilan khusus seperti tukang pipa, listrik, dan konstruksi.

Analisis Ahli

Rob Garlick
Semakin banyak perusahaan mengadopsi agen AI untuk menekan biaya sehingga pekerja manusia menjadi kurang relevan di masa depan.
Elon Musk
AI akan melampaui intelijen manusia dan 'mengaburkan' batas antara manusia dan robot, menciptakan banyak keberlimpahan produk dan jasa.
Kristalina Georgieva
AI menghantam pasar kerja seperti tsunami dan kebanyakan negara belum siap menghadapi perubahan ini.
Bob Sternfels
Jumlah agen AI yang digunakan perusahaan terus naik pesat dan akan setara dengan jumlah pekerja manusia dalam 18 bulan ke depan.
Jensen Huang
Ledakan AI akan menciptakan pekerjaan bergaji besar di bidang pembangunan AI dan keahlian teknis khusus.