Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Indonesia Tegakkan Aturan Perlindungan Anak di Media Sosial Terhadap Meta dan Google

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (12d ago) cyber-security (12d ago)
31 Mar 2026
28 dibaca
1 menit
Indonesia Tegakkan Aturan Perlindungan Anak di Media Sosial Terhadap Meta dan Google

Rangkuman 15 Detik

Indonesia menerapkan regulasi ketat terhadap media sosial untuk melindungi anak-anak.
Meta dan Google menghadapi konsekuensi jika tidak mematuhi regulasi yang ditetapkan.
Pemerintah menilai bahwa platform media sosial dapat membawa risiko kesehatan mental bagi anak-anak.
Pemerintah Indonesia mewajibkan platform media sosial berisiko tinggi menonaktifkan akun anak di bawah 16 tahun untuk melindungi anak dari bahaya online. Peraturan ini mulai berlaku minggu lalu dan mengincar platform seperti Meta, Google, TikTok, dan Roblox. Pemerintah melakukan pemanggilan terhadap Meta dan Google karena tidak mematuhi aturan tersebut. Meta dan Google menolak aturan sejak awal, sementara TikTok dan Roblox juga mendapat peringatan dari Kementerian Komunikasi. Pemerintah menyatakan bahwa kegagalan mematuhi regulasi ini bisa berakibat pada sanksi atau pemblokiran platform. Tujuan utama regulasi ini adalah untuk mengurangi risiko cyberbullying, kecanduan, dan gangguan psikologis akibat penggunaan media sosial yang tidak terkendali. Dengan penetrasi internet yang tinggi di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda, langkah ini penting untuk melindungi sekitar 70 juta anak di bawah umur 16 tahun. Pemerintah dan publik kini menanti respons dari perusahaan-perusahaan teknologi besar tersebut. Jika aturan ditegakkan, ini menjadi preseden penting bagi keamanan digital anak-anak di Indonesia.

Analisis Ahli

Prof. Irwansyah, ahli keamanan siber Universitas Indonesia
Peraturan ini sangat tepat untuk memberikan batasan yang jelas terhadap akses anak-anak di media sosial, mengingat risiko psikologi yang tinggi akibat konten dan interaksi online yang tidak terkontrol.
Dr. Sari Dewi, psikolog perkembangan anak
Langkah ini bisa membantu mencegah efek negatif seperti kecanduan dan cyberbullying, namun perlu didukung dengan pendidikan digital yang memadai bagi anak dan orang tua agar dampak positifnya maksimal.