Indonesia Terapkan Kontrol Konten untuk Pengguna Roblox dan Media Sosial di Bawah 16 Tahun
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
25 Mar 2026
82 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Roblox akan menerapkan kontrol baru untuk keamanan anak di Indonesia.
Regulasi Indonesia mengharuskan penonaktifan akun media sosial untuk anak di bawah 16 tahun.
Kekhawatiran tentang keselamatan dan kesehatan mental anak-anak menjadi alasan utama dibalik regulasi ini.
Indonesia mengeluarkan regulasi yang mewajibkan platform media sosial dan game online menonaktifkan akun pengguna di bawah usia 16 tahun yang dianggap berisiko mulai 28 Maret. Roblox, Instagram, YouTube, TikTok, dan X termasuk dalam daftar platform berisiko tinggi yang harus mematuhi regulasi ini. Tujuannya adalah melindungi anak-anak dari dampak negatif konten dan komunikasi di dunia maya.
Roblox akan memperkenalkan kontrol tambahan pada konten dan komunikasi untuk pemain di bawah 16 tahun di Indonesia, menurut Matt Kaufman sebagai respons terhadap regulasi pemerintah. Platform X juga mengonfirmasi kebijakan pembatasan usia sebagai kewajiban hukum di Indonesia. Regulasi ini merupakan bagian dari tindakan global serupa untuk melindungi keselamatan dan kesehatan mental anak-anak pengguna media sosial.
Penegakan regulasi ini akan memaksa platform digital menyesuaikan sistem pengendalian konten dan umur mereka agar sesuai dengan standar Indonesia. Hal ini juga memicu diskusi tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara perlindungan anak dan kebebasan berinternet. Kedepannya, upaya edukasi digital dan pengawasan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan efektivitas kebijakan ini.
Analisis Ahli
dr. Adi Nugroho (Psikolog Anak)
Kebijakan ini sangat diperlukan untuk mengurangi paparan anak-anak terhadap konten yang tidak sesuai yang berpotensi merugikan kesehatan mental mereka. Namun, efektivitasnya bergantung pada pengawasan berkelanjutan dan edukasi digital bagi orang tua dan anak-anak.Prof. Sri Wahyuni (Ahli Teknologi Informasi)
Regulasi semacam ini memaksa platform global untuk beradaptasi dengan regulasi lokal yang semakin ketat, sehingga memicu inovasi dalam pengelolaan data dan keamanan digital. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara keamanan dan kebebasan berekspresi pengguna.

