Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perdagangan Satwa Liar Dan Risiko Penyebaran Penyakit Baru Pada Manusia

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
09 Apr 2026
1301 dibaca
1 menit
Perdagangan Satwa Liar Dan Risiko Penyebaran Penyakit Baru Pada Manusia

TLDR

Perdagangan satwa liar berkontribusi signifikan terhadap penyebaran patogen ke manusia.
Sebanyak 41% spesies mamalia yang diperdagangkan membawa patogen yang dapat menular ke manusia.
Regulasi yang lebih ketat diperlukan untuk mengurangi risiko pandemi yang disebabkan oleh perdagangan satwa liar.
Penelitian baru mengungkapkan hampir setengah dari semua spesies mamalia yang diperdagangkan memiliki patogen yang bisa menular ke manusia. Studi ini adalah yang pertama secara global mengkuantifikasi peran perdagangan satwa liar dalam penyebaran penyakit. Data yang dikumpulkan selama 40 tahun dan analisis cermat digunakan untuk memprediksi risiko penularan patogen.Dari 2.079 spesies mamalia yang diperjualbelikan, 41% berbagi patogen dengan manusia, jauh lebih besar dibandingkan dengan spesies yang tidak diperdagangkan yang hanya 6,4%. Perdagangan hewan hidup terbukti meningkatkan kemungkinan perpindahan penyakit. Perdagangan ilegal hanya memberi kontribusi kecil terhadap risiko ini, dan semakin lama spesies diperdagangkan, semakin besar risiko berbagi patogen.Temuan ini menyoroti perlunya regulasi perdagangan satwa yang ketat guna mencegah pandemi. Pengetahuan ini bisa digunakan oleh pembuat kebijakan untuk mengurangi ancaman kesehatan global yang muncul dari perdagangan satwa liar. Jika tidak ditangani, perdagangan satwa liar bisa menyebabkan wabah penyakit baru yang berpotensi mengancam keselamatan manusia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.