DNA Mikroba Kuno Mammoth Ungkap Bakteri Penyebab Penyakit Seperti pada Gajah Modern
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
02 Sep 2025
102 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Studi ini menunjukkan adanya hubungan antara mamoth dan mikroba patogen yang dapat memberikan wawasan baru tentang kesehatan hewan purba.
Mikroba dalam tubuh mamoth dapat membantu kita memahami interaksi mikroba dan inang di masa lalu.
Penelitian ini membuka peluang untuk menjelajahi dampak mikroba terhadap keberlangsungan hidup spesies purba dan modern.
Para peneliti menemukan DNA mikroba tertua yang pernah disekuensing dari fosil mammoth kuno yang berusia lebih dari satu juta tahun. Studi ini melibatkan analisis sampel dari gigi, tengkorak, dan kulit mammoth dari berbagai lokasi termasuk Amerika Utara, Inggris, dan Siberia.
Dalam penelitian ini, tim menemukan 310 spesies bakteri yang pernah hidup pada mammoth saat mereka masih hidup. Mereka menyaring bakteri yang berasal dari lingkungan setelah kematian mammoth untuk memastikan hanya mikroba yang hidup secara aktif selama masa kehidupan mammoth yang dianalisis.
Beberapa bakteri yang ditemukan memiliki hubungan dengan penyakit yang dikenal saat ini. Contohnya adalah bakteri dari genus Pasteurella yang mirip dengan patogen yang menginfeksi gajah Afrika dan menyebabkan septikemia mematikan. Ini menunjukkan bahwa penyakit bakteri juga mungkin menjadi ancaman kesehatan bagi mammoth.
Para peneliti juga berhasil merekonstruksi genom bakteri Erysipelothrix yang ditemukan pada tulang mammoth, yang merupakan DNA mikroba tertua yang pernah ditemukan terkait langsung dengan inang prasejarah. Penemuan ini penting untuk memahami mikrobioma kuno dan interaksi antara mikroorganisme dan hewan purba.
Penelitian ini membuka peluang baru untuk mempelajari peran mikroorganisme dalam membantu hewan purba beradaptasi dengan lingkungan mereka, serta memeriksa apakah mikroba berkontribusi pada proses kepunahan mammoth dan kemungkinan hewan purba lainnya.
Analisis Ahli
Benjamin Guinet
Penemuan ini memberi gambaran global tentang mikroba yang hidup pada mammoth dan membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut tentang bagaimana mikroba mempengaruhi adaptasi dan kematian hewan prasejarah.

