TLDR
PHK di sektor teknologi meningkat secara signifikan pada awal 2026, dengan banyak yang terkait dengan AI. Dampak dari AI terhadap tenaga kerja mungkin belum sepenuhnya terlihat dan akan membutuhkan waktu untuk menjadi jelas. Perusahaan mengalami tantangan dalam transisi untuk mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja mereka. Kuartal pertama tahun 2026 mencatat hampir 80.000 pekerja di sektor teknologi di seluruh dunia terkena PHK. Angka terbesar berasal dari Amerika Serikat dengan kontribusi 76,7% dari total PHK global. Implementasi AI dan otomasi disebut sebagai faktor utama dibalik hampir setengah dari PHK tersebut.Menurut data dari RationalFX dan pernyataan Babak Hodjat dari Cognizant, dampak AI terhadap bursa kerja saat ini masih dalam tahap awal dan belum sepenuhnya terlihat. Pengurangan tenaga kerja terjadi juga karena ekspektasi peningkatan produktivitas dari AI, bukan peningkatan produktivitas yang sudah nyata.Dampak nyata dari penggunaan AI diyakini baru akan terlihat dalam 6 hingga 12 bulan ke depan, membuat perusahaan dan karyawan melewati masa transisi yang sulit. PHK kemungkinan akan terus terjadi dalam periode ini sebelum produktivitas AI benar-benar memberikan perubahan positif.