Dampak AI Terhadap Pasar Kerja Inggris: Pengurangan Pekerjaan dan Peluang Baru
Teknologi
Kecerdasan Buatan
06 Feb 2026
170 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perkembangan AI menyebabkan penurunan drastis dalam lowongan pekerjaan di Inggris.
AI berkontribusi terhadap pemangkasan biaya tenaga kerja, mendorong perusahaan untuk beralih ke solusi teknologi.
Meskipun ada dampak negatif, penggunaan AI juga dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin cepat dan berdampak besar pada pasar tenaga kerja, terutama di Inggris. Banyak pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perusahaan juga cenderung enggan merekrut karyawan baru.
Menurut laporan Morgan Stanley, Inggris menjadi negara yang paling terdampak oleh adopsi AI dengan pemangkasan pekerjaan mencapai 8% pada tahun lalu. Angka ini lebih tinggi dibandingkan negara lain seperti Jerman, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.
Selain pengurangan jumlah pekerja, lowongan pekerjaan untuk posisi terkait AI juga turun drastis, sebesar 37%. Penurunan ini lebih besar daripada penurunan lowongan pekerjaan di bidang lain yang mencapai 26%.
Bisnis kecil mulai menggantikan tenaga kerja dengan teknologi AI dan outsourcing karena meningkatnya biaya mempekerjakan staf. Hal ini menyebabkan kesempatan kerja di kalangan penduduk lokal semakin berkurang.
Di sisi lain, penggunaan AI di Inggris meningkat rata-rata 11,5% dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ekonomi hingga 0,8% selama 10 tahun. Namun, penurunan lowongan kerja di seluruh sektor ekonomi tetap signifikan, mencapai sekitar sepertiga sejak 2022.
Analisis Ahli
Justin Moy
Meningkatnya biaya mempekerjakan staf membuat banyak bisnis kecil beralih ke AI dan outsourcing sebagai solusi untuk mempertahankan efisiensi dan menekan biaya operasional.

