Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Presiden Prabowo Kaget Video Palsu AI Berbicara dan Bernyanyi Bahasa Asing

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (4d ago) artificial-intelligence (4d ago)
08 Apr 2026
8 dibaca
1 menit
Presiden Prabowo Kaget Video Palsu AI Berbicara dan Bernyanyi Bahasa Asing

Rangkuman 15 Detik

Teknologi AI generatif dapat menciptakan konten yang sangat realistis dan menipu.
Prabowo Subianto menunjukkan kehati-hatiannya terhadap potensi penyalahgunaan teknologi AI untuk fitnah.
Video palsu yang beredar bisa mempengaruhi opini publik, terutama dalam konteks politik.
Presiden Prabowo Subianto terkejut setelah melihat video palsu yang dibuat menggunakan teknologi AI generatif di YouTube, yang memperlihatkan dirinya berbicara dalam bahasa Mandarin dan Arab serta bernyanyi dengan suara merdu. Video-video tersebut sangat realistis sehingga menimbulkan kebingungan publik. Video-video tersebut merupakan hasil karya teknologi AI yang bisa membuat seseorang terlihat berbicara hal-hal yang tidak pernah diucapkan dan bernyanyi dengan suara yang sebenarnya tidak dimilikinya. Hal ini terjadi saat masa kampanye di daerah tapal kuda, dan sempat membuat Presiden Prabowo berpikir bahwa jika video itu menguntungkan, dirinya memilih berdiam diri. Presiden Prabowo mengingatkan bahwa meskipun teknologi AI generatif menawarkan potensi positif, ada risiko besar penyalahgunaan yang bisa berujung pada fitnah dan penghinaan. Oleh karenanya, masyarakat dan pemerintah harus waspada serta siap menghadapi konsekuensi negatif dari penyebaran konten palsu berbasis AI.

Analisis Ahli

Ahmad Zaky (Ahli Teknologi Informasi)
Teknologi deepfake dan AI generatif memang memberikan tantangan besar dalam hal keamanan informasi serta kepercayaan publik. Solusinya bukan hanya teknologi deteksi, tapi juga penguatan regulasi dan edukasi literasi media untuk masyarakat.
Dr. Lina Herawati (Pakarnya Etika Digital)
Penting bagi institusi negara membangun sistem pemantauan dan mekanisme klarifikasi cepat untuk antisipasi penyebaran video palsu demi menjaga stabilitas politik dan sosial.