Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump Gunakan Konten AI untuk Perkuat Citra dan Serang Lawan Politik

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (5mo ago) artificial-intelligence (5mo ago)
06 Nov 2025
43 dibaca
2 menit
Trump Gunakan Konten AI untuk Perkuat Citra dan Serang Lawan Politik

Rangkuman 15 Detik

Donald Trump menggunakan kecerdasan buatan untuk memperkuat citranya dan menyerang lawan politik.
Konten yang dihasilkan oleh AI dapat menimbulkan disinformasi dan kabut realitas di media sosial.
Penggunaan strategi komunikasi yang kontroversial ini menciptakan ketegangan baru dalam politik AS.
Donald Trump kini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai senjata utama dalam komunikasi politiknya selama pemerintahan keduanya di Gedung Putih. Konten AI ini terutama digunakan di media sosial Truth Social untuk memperkuat citra dirinya serta menyerang para kritik dan lawan politik. Beberapa konten AI yang dipublikasikan bahkan terlihat melewati batas antara kampanye politik dan distorsi realitas, contohnya video palsu Trump memakai mahkota "King Trump" dan mengendalikan jet tempur yang menjatuhkan sesuatu ke pengunjuk rasa. Konten tersebut menimbulkan kontroversi besar di masyarakat. Selain itu, Trump juga menggunakan gambaran AI dirinya sebagai Superman, Paus, dan tokoh besar lain untuk membentuk narasi kekuasaan dan ketangguhan. Ia juga mengejek lawan politik melalui video AI yang menampilkan Barack Obama dengan pakaian tahanan dan Hakeem Jeffries mengenakan kumis palsu, yang memicu tuduhan rasisme. Penggunaan AI yang tidak diatur tersebut menjadi alat bagi Trump untuk memperdaya pengguna media sosial dan memanipulasi wacana publik dengan disinformasi. Namun sejumlah pengamat menilai taktik ini lebih menyerupai trolling politik daripada upaya serius untuk menyebarkan kebohongan tertentu. Kejadian ini menyoroti risiko besar dari teknologi AI yang berkembang pesat tanpa regulasi ketat, yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap informasi dan mengancam demokrasi jika digunakan untuk tujuan propaganda dan manipulasi politik.

Analisis Ahli

Nora Benavidez
Trump memperdagangkan disinformasi secara online dan offline untuk meningkatkan citranya sendiri, menyerang musuh-musuhnya, dan mengendalikan wacana publik.
Joshua Tucker
Saya melihat perilakunya lebih sebagai kampanye melalui trolling daripada upaya aktif untuk menyebarkan keyakinan palsu bahwa gambar-gambar ini menggambarkan realitas.