Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Samsung Raup Untung Besar di Tengah Krisis Chip Memori dan Penurunan Penjualan HP

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
07 Apr 2026
31 dibaca
1 menit
Samsung Raup Untung Besar di Tengah Krisis Chip Memori dan Penurunan Penjualan HP

AI summary

Krisis kelangkaan chip memori berdampak pada penjualan HP global.
Samsung berhasil meraih laba operasional yang signifikan meskipun ada tantangan di bisnis HP.
Kenaikan harga chip DRAM diperkirakan akan terus berlanjut akibat permintaan yang tinggi.
Penjualan ponsel diperkirakan menurun sepanjang tahun 2026 karena kelangkaan chip memori yang menyebabkan kenaikan harga produksi dan menurunkan minat beli konsumen. Krisis ini dipicu oleh kebutuhan tinggi akan chip berkapasitas tinggi untuk pusat data AI, sehingga mengurangi ketersediaan chip untuk ponsel dan laptop.Samsung, sebagai produsen chip memori terbesar dunia, justru mencatat laba operasional luar biasa sebesar 57,2 triliun won di kuartal pertama 2026, jauh melampaui ekspektasi analis. Harga chip DRAM naik lebih dari 50% dalam kuartal ini, dan pelemahan nilai tukar won terhadap dolar AS turut meningkatkan pendapatan Samsung.Bisnis chip memori Samsung menyumbang sekitar 95% dari total laba perusahaan, mengimbangi penurunan sedikit di divisi mobile. Meskipun tekanan margin diperkirakan akan meningkat di kuartal berikutnya akibat biaya chip dan material yang lebih mahal, Samsung tetap diuntungkan dari tren boom data center AI dan pelemahan mata uang lokal.

Experts Analysis

Kim Sunwoo
Harga kontrak chip naik lebih tinggi karena ada antisipasi kenaikan permintaan yang berkelanjutan, sehingga menciptakan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan.
Editorial Note
Samsung berhasil memanfaatkan perubahan pasar dengan fokus pada chip memori yang sangat dibutuhkan untuk pusat data AI, yang secara strategis menutupi penurunan di bisnis ponsel mereka. Meski begitu, ketergantungan pada chip berkapasitas tinggi juga membawa risiko jika pasokan tidak segera pulih atau jika konflik geopolitik memperburuk rantai pasokan global.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.