Kelangkaan Chip Memori Dorong Harga dan Spesifikasi HP Murah Naik dan Turun
Teknologi
Gadgets dan Wearable
12 Feb 2026
277 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kelangkaan chip memori global dapat menyebabkan kenaikan harga HP murah.
Produsen HP mungkin harus memangkas spesifikasi untuk tetap bersaing di pasar.
Krisis chip memori dapat mempercepat pertumbuhan pasar smartphone bekas di Asia-Pasifik.
Kelangkaan chip memori global yang terjadi saat ini berdampak besar pada industri ponsel, terutama di segmen ponsel murah. Produsen chip lebih memprioritaskan chip berkinerja tinggi yang dibutuhkan untuk teknologi kecerdasan buatan (AI), sehingga chip konvensional untuk perangkat elektronik menjadi langka. Akibatnya, harga DRAM dan NAND untuk ponsel murah melonjak tajam sejak awal 2025.
Harga chip DRAM konvensional diperkirakan naik antara 90-95% pada kuartal pertama tahun 2026, sedangkan harga flash NAND naik sekitar 55-60%. Kenaikan harga ini mendorong biaya produksi ponsel low-end naik hingga 25%, sebuah lonjakan yang sangat besar karena margin keuntungan di segmen ini sangat tipis. Produsen ponsel pun menghadapi dilema sulit terkait strategi harga dan fitur produk.
Beberapa produsen memilih untuk menaikkan harga ponsel murah, namun hal ini sangat membatasi daya beli konsumen karena segmen harga rendah biasanya sangat sensitif terhadap kenaikan harga. Pilihan lainnya adalah memangkas fitur dan spesifikasi perangkat, seperti kamera, layar, dan kapasitas memori, agar biaya produksi tetap terkendali. Penurunan spesifikasi ini dirasa cukup signifikan mengingat spesifikasi seperti RAM 4GB mulai kembali digunakan pada ponsel low-end.
Apple dan Samsung berada di posisi yang lebih kuat dalam menghadapi krisis ini, karena mereka menargetkan pasar high-end dan memiliki daya tawar yang lebih besar dalam memasok chip. Di sisi lain, produsen China seperti Honor, Oppo, dan vivo yang fokus pada ponsel murah menghadapi tekanan signifikan baik dari sisi harga maupun pangsa pasar. Ini bisa berpotensi mempercepat konsolidasi pasar serta mendorong pertumbuhan pasar ponsel bekas dan refurbished di kawasan Asia-Pasifik.
Krisis chip memori ini diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2026 karena kapasitas produksi baru membutuhkan waktu lama untuk beroperasi penuh. Konsumen di kawasan Asia-Pasifik harus siap menghadapi pilihan sulit antara membeli ponsel dengan harga lebih mahal atau menerima ponsel murah dengan spesifikasi dan fitur yang dikompromikan.
Analisis Ahli
Yang Wang
Segmen harga rendah tidak bisa mentolerir kenaikan harga yang besar sehingga OEM harus memangkas portofolio atau fitur, yang akan mengubah dinamika pasar terutama di China.Shenghao Bai
Kita sudah melihat penurunan spesifikasi modul utama seperti kamera dan memori yang mencerminkan tekanan biaya akibat kelangkaan chip.Zhao Haijun
Ketidakpastian pasokan chip menghambat perencanaan peluncuran produk, karena produsen tidak tahu berapa banyak perangkat yang bisa dirakit.
