Krisis Chip Memori 2026 Dorong Harga Elektronik Naik dan Untungkan Samsung
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
07 Jan 2026
167 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Krisis chip memori dapat menyebabkan kenaikan harga perangkat elektronik.
Samsung Electronics diprediksi akan mendapatkan keuntungan signifikan dari kelangkaan chip.
Permintaan untuk chip konvensional dan yang terkait AI meningkat secara bersamaan.
Pada tahun 2026, industri elektronik diprediksi menghadapi tekanan akibat krisis chip memori. Harga perangkat seperti HP, komputer, dan alat elektronik rumah tangga diperkirakan naik drastis hingga 20%. Hal ini karena produsen chip kini lebih memprioritaskan pembuatan chip AI sehingga chip memori tradisional yang dibutuhkan oleh perangkat elektronik menjadi langka.
Permintaan chip AI dan chip konvensional sama-sama meningkat, namun fokus produksi kayanya menggeser chip memori tradisional menjadi kurang tersedia. Salah satu produsen chip terbesar, Samsung Electronics, malah bisa meraih keuntungan besar dari kondisi ini karena harga chip memori melonjak.
Menurut estimasi, Samsung akan mencatat pertumbuhan profit operasional sebesar 160% pada kuartal IV 2025. Profit Samsung diprediksi mencapai 16,9 triliun won, hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Jika benar, ini akan menjadi profit kuartalan tertinggi sejak 2018.
Data dari TrendForce menunjukkan harga chip DDR5 RAM naik hingga 314% di kuartal IV 2025 dibanding tahun sebelumnya. Harga kontrak chip DRAM bahkan diprediksi naik sampai 60% dalam periode tersebut. Karena kapasitas produksi Samsung fokus pada chip DRAM konvensional, mereka berpotensi meraih keuntungan besar dari kenaikan ini.
Chip DRAM sendiri sangat penting untuk server, komputer, dan HP karena berfungsi sebagai penyimpanan data sementara agar aplikasi berjalan lancar. Jenis DDR5 RAM lebih cepat dan efisien dari pendahulunya, membuat permintaan chip ini tetap tinggi terutama di tengah maraknya penggunaan teknologi tinggi.
Analisis Ahli
Avril Wu
Melanjutkan kenaikan harga DRAM konvensional membuat Samsung yang fokus pada segmen ini akan memperoleh keuntungan yang relatif lebih besar dari siklus kenaikan harga saat ini.

