Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Samsung Galaxy S26 Melonjak Harga Akibat Krisis Chip dan Lonjakan AI

Teknologi
Gadgets dan Wearable
gadgets-and-wearable (1mo ago) gadgets-and-wearable (1mo ago)
26 Feb 2026
72 dibaca
2 menit
Samsung Galaxy S26 Melonjak Harga Akibat Krisis Chip dan Lonjakan AI

Rangkuman 15 Detik

Kenaikan harga pada Samsung Galaxy S26 dipicu oleh krisis chip memori global.
Samsung mengalami tekanan laba di divisi smartphone karena biaya produksi yang meningkat.
Permintaan yang tinggi untuk chip memori berkontribusi pada keuntungan besar bagi bisnis chip Samsung.
Samsung baru saja meluncurkan seri Galaxy S26 dengan harga yang naik cukup signifikan di Indonesia. Misalnya, varian Galaxy S26 reguler dengan RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB sekarang dijual dengan harga Rp16,5 juta, naik Rp1,5 juta dari generasi sebelumnya. Varian lebih besar dengan penyimpanan 512 GB bahkan mengalami kenaikan hingga Rp2,5 juta. Hal ini juga berlaku untuk varian Galaxy S26+ dan varian tertinggi Galaxy S26 Ultra yang kini menggunakan RAM 16 GB dan dibanderol Rp32 juta. Peningkatan harga ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di pasar Amerika Serikat dan Korea Selatan. Penyebab utama kenaikan harga adalah krisis kelangkaan chip memori yang makin parah akibat permintaan tinggi untuk teknologi AI. Samsung mengatakan kelangkaan ini terus menekan biaya produksi smartphone dan display mereka, sehingga perusahaan mengambil keputusan menaikkan harga untuk menjaga margin keuntungan. Meski bisnis chip Samsung sedang sangat menguntungkan, dengan laba operasional naik hingga 470% pada kuartal IV tahun 2025, laba dari bisnis smartphone justru menurun 10%. Hal ini dikarenakan harga chip yang melonjak menyebabkan biaya produksi menjadi lebih mahal bagi divisi mobile Samsung. Eksekutif Samsung menyebut tahun 2026 akan menjadi 'tahun penuh tantangan' dengan tekanan biaya yang terus berlangsung. Samsung berencana bekerja sama dengan mitra utama untuk memastikan pasokan produk stabil dan mendorong efisiensi sumber daya agar risiko penurunan laba dapat diminimalkan. Namun, ada kekhawatiran khusus untuk segmen smartphone kelas menengah ke bawah, yang sangat rentan terhadap kenaikan harga chip karena margin mereka lebih tipis dan sangat bergantung pada volume penjualan. Para analis memperkirakan kenaikan harga chip akan terus berlanjut dan tekanan biaya produksi akan tetap menjadi tantangan utama Samsung. Di sisi lain, bisnis chip Samsung tetap berkembang kuat berkat permintaan tinggi dari sektor AI, dan ini menunjukkan betapa pentingnya bisnis chip memori bagi Samsung di tengah dinamika pasar teknologi saat ini.

Analisis Ahli

Kim Jaejune
Kelangkaan produk memori yang signifikan akan berlanjut dan meningkatkan biaya produksi, memberikan tekanan pada bisnis smartphone dan display.
Sohn In-joon
Menaiknya harga chip memori akan membawa kejutan pendapatan sekaligus menambah beban biaya pada bisnis mobile Samsung.
Ko Yeongmin
Pemeliharaan margin di divisi Samsung Mobile menjadi isu kunci di tengah kenaikan harga chip yang berdampak paling besar pada HP harga murah.