Artemis II: Manusia Kembali Mengelilingi Sisi Jauh Bulan Setelah 50 Tahun
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
04 Apr 2026
154 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi Artemis II merupakan misi berawak pertama ke Bulan sejak 1972.
Astronot akan mengamati sisi jauh Bulan yang belum pernah dilihat dalam cahaya matahari sebelumnya.
Cekungan Orientale sangat penting untuk memahami pembentukan cekungan dampak di seluruh Tata Surya.
Artemis II mengirim astronot mengelilingi sisi jauh Bulan untuk pertama kali sejak tahun 1972. Misi ini dilakukan menggunakan pesawat Orion yang diluncurkan pada 1 April dan akan melakukan fly-by selama enam jam, memberikan kesempatan unik untuk mengamati permukaan Bulan yang belum banyak dilihat manusia.
Cakupan cahaya matahari hanya mencakup 20% dari sisi jauh Bulan saat fly-by, namun astronot akan fokus pada kawah besar seperti Orientale yang berdiameter 930 km. Astronot juga akan mempelajari perubahan warna dan kecerahan permukaan Bulan, serta fitur lain seperti kawah Ohm dan Pierazzo yang belum pernah diamati langsung dalam cahaya matahari.
Data dan observasi yang dikumpulkan membantu ilmuwan memahami proses tumbukan asteroid dan evolusi permukaan Bulan. Keberhasilan misi ini diyakini akan membuka era baru eksplorasi manusia ke Bulan dan meningkatkan pengetahuan tentang sejarah tata surya.
Analisis Ahli
Kelsey Young
Orientale merupakan kunci untuk memahami proses tumbukan berskala besar di seluruh tata surya, sehingga pengamatan dari sisi jauh Bulan sangat vital untuk studi ilmiah.Jeremy Hansen
Melihat sebuah kawah sebesar dan serumit Orientale secara langsung akan memberikan pengalaman visual yang tak tergantikan dan dapat meningkatkan pemahaman kita tentang permukaan Bulan.


