NASA Artemis II: Uji Coba Teknologi dan Studi Kesehatan dalam Misi Mengelilingi Bulan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
31 Mar 2026
225 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi Artemis II akan menjadi langkah penting dalam eksplorasi luar angkasa dan penelitian kesehatan manusia.
Astronaut dalam misi ini akan melakukan eksperimen yang belum pernah dilakukan sebelumnya di luar orbit rendah bumi.
Eksperimen 'organ on a chip' dapat memberikan wawasan baru tentang dampak perjalanan luar angkasa terhadap kesehatan manusia.
Misi Artemis II akan menjadi perjalanan manusia pertama NASA ke sekitar Bulan dalam lebih dari 50 tahun setelah program Apollo. Empat astronot akan menjalani perjalanan hampir 10 hari melakukan berbagai eksperimen dan pengamatan untuk mempersiapkan kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan.
Bagian utama misi adalah menguji dampak radiasi ruang angkasa dalam terhadap kesehatan melalui pengukuran radiasi langsung dan sampel darah serta saliva. Mereka juga akan menggunakan teknologi organ on a chip untuk menilai perubahan sel akibat radiasi, dengan kontrol senyawa serupa tetap di Bumi.
Hasil eksperimen ini sangat penting untuk merancang misi masa depan yang lebih aman dan efektif, serta membuka peluang bagi pembangunan basis permanen di Bulan. Data kesehatan yang diperoleh juga bisa menjadi dasar mitigasi risiko bagi astronaut dalam misi eksplorasi ruang angkasa jangka panjang.
Analisis Ahli
Barbara Cohen
Manusia dapat melakukan penelitian ilmiah yang lebih efisien dengan kemampuan penginderaan dan pemikiran manusia di ruang angkasa dibandingkan robot.David Chou
Penggunaan organ on a chip akan menjadi alat pertama kali di luar orbit bumi untuk memahami reaksi sel manusia terhadap radiasi ruang angkasa.Nicola Fox
Ketertarikan dan intuisi astronot akan membuka peluang penelitian yang tak terduga dan meningkatkan ilmu pengetahuan ruang angkasa.

