TLDR
Artemis II adalah misi penting untuk mengembalikan manusia ke bulan dan menguji teknologi baru. Misi ini melibatkan astronaut dengan latar belakang yang beragam, menandakan kemajuan dalam inklusivitas di luar angkasa. Ada tantangan dan skeptisisme dari publik terkait biaya dan prioritas NASA dalam eksplorasi luar angkasa. NASA berhasil meluncurkan misi Artemis II, yang mengirim empat astronot mengelilingi Bulan untuk pertama kalinya sejak program Apollo berakhir lebih dari lima dekade lalu. Misi ini bertujuan menguji kapsul Orion dan mekanisme keselamatan saat melintasi lingkungan luar angkasa yang berisiko tinggi radiasi.Empat astronot—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen—akan mengorbit Bumi selama 24 jam sebelum melanjutkan perjalanan tiga hari ke Bulan dan melakukan observasi detail terhadap permukaan bulan yang belum pernah dilihat manusia secara langsung. Indonesia berfokus mempersiapkan pendaratan berawak Artemis III sebagai langkah berikutnya.Keberhasilan misi ini penting secara teknis dan simbolis dalam perlombaan luar angkasa melawan China, yang juga mengembangkan program eksplorasi lunar. Namun, tantangan tetap ada berupa biaya yang sangat tinggi dan dukungan publik yang terbatas terhadap eksplorasi Bulan, dengan banyak yang menyarankan NASA fokus pada ancaman asteroid dan perubahan iklim.