Perdagangan Saham 24/7: Peluang Baru Bagi Trader dan Ancaman Manipulasi Harga
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
04 Apr 2026
162 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perdagangan 24/7 dapat mengurangi pengaruh broker dalam penetapan harga.
Investor ritel akan mendapatkan keuntungan dari kemampuan untuk berdagang kapan saja tanpa tergantung pada broker.
Perdagangan yang berkelanjutan dapat menciptakan lebih banyak kesempatan dan transparansi di pasar keuangan.
Perdagangan saham tradisional berhenti pada pukul 16.00 ET menyebabkan jeda waktu di mana likuiditas rendah dan memungkinkan manipulasi harga oleh broker pada pembukaan pasar. Analisis dari pakar seperti Mati Greenspan mengungkap bahwa penetapan harga di waktu pasar tutup kerap dimanfaatkan untuk menguntungkan broker dengan menjebak investor.
Beberapa bursa utama AS seperti NYSE, Nasdaq, CME, dan Cboe sedang berupaya menyelenggarakan perdagangan 24 jam untuk menghilangkan kekosongan pasar yang bisa dipakai oleh middlemen. Studi akademik dan pengawasan regulator, termasuk SEC dan FINRA, menunjukkan bahwa pasar setelah jam reguler memiliki volume rendah dan lebih rentan terhadap praktik manipulasi seperti spoofing dan layering.
Model perdagangan nonstop yang mendukung reaksi real-time terhadap berita dan kejadian pasar ini diprediksi akan menguntungkan trader terutama investor ritel. Namun, tantangan pengawasan dan adaptasi teknologi tetap diperlukan guna mencegah risiko manipulasi baru di sesi perdagangan yang likuiditasnya tipis.
Analisis Ahli
Mati Greenspan
Perdagangan 24/7 akan menguntungkan trader dan merugikan middlemen yang sering mengambil keuntungan dari periode pasar tutup dengan manipulasi harga.Joe Dente
Likuiditas tipis setelah jam perdagangan memungkinkan spread melebar dan pergerakan harga yang terdistorsi, membuka peluang manipulasi.Pranav Ramesh
Koordinasi antara broker dan eksekusi order pada pasar yang tipis secara struktural meningkatkan risiko manipulasi dan kesulitan pengawasan.Nasdaq
Perdagangan nonstop bakal memperluas peluang bagi trader dan meningkatkan kompetisi di pasar modal.