Jakarta Jadi Kota Terpadat Dunia, Hadapi Risiko Banjir dan Pertumbuhan Pesat
Sains
Iklim dan Lingkungan
03 Apr 2026
302 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Jakarta adalah kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia.
Pertumbuhan populasi dipicu oleh migrasi ke kota akibat peluang ekonomi dan bencana iklim.
Tantangan lingkungan seperti penurunan tanah dan kenaikan muka laut mengancam masa depan Jakarta.
Laporan baru dari PBB mengungkap Jakarta sebagai kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia dengan hampir 42 juta jiwa, menggeser Dhaka dan Tokyo. Pertumbuhan ini menandai perubahan signifikan dalam demografi perkotaan global yang didorong oleh migrasi dan faktor lingkungan.
Dhaka naik drastis dari posisi kesembilan ke posisi kedua dengan 36,6 juta penduduk akibat perpindahan warga desa ke kota yang juga dipicu oleh bencana iklim seperti banjir. Jakarta juga mengalami pertumbuhan pesat namun menghadapi ancaman serius penurunan tanah dan kenaikan muka air laut.
Diperkirakan pada 2050, seperempat wilayah Jakarta bisa berada di bawah permukaan air jika tren ini berlanjut. Laporan ini penting untuk menyoroti perlunya kebijakan urbanisasi yang responsif terhadap tekanan demografis dan perubahan iklim demi kelangsungan kota-kota besar dunia.
Analisis Ahli
Jeffrey Sachs (Ekonom dan ahli pembangunan berkelanjutan)
Pertumbuhan kota besar harus diseimbangkan dengan upaya mitigasi bencana dan pembangunan infrastruktur hijau agar urbanisasi tidak menimbulkan krisis lingkungan yang serius.Janice Perlman (Ahli urbanisasi dan kemiskinan perkotaan)
Migrasi ke kota besar sering kali menciptakan permukiman informal yang rentan terhadap risiko iklim; urban planning yang inklusif sangat penting untuk mengatasi tantangan ini.


