NASA Ingatkan Jakarta dan Kota Pesisir Dunia Akan Tenggelam Akibat Kenaikan Air Laut
Courtesy of CNBCIndonesia

NASA Ingatkan Jakarta dan Kota Pesisir Dunia Akan Tenggelam Akibat Kenaikan Air Laut

Menginformasikan ancaman kenaikan permukaan air laut yang signifikan dengan dampak berat terhadap kota-kota pesisir seperti Jakarta dan kota besar lainnya, serta menekankan pentingnya aksi adaptasi dan mitigasi untuk mencegah kerusakan permanen.

13 Feb 2026, 19.00 WIB
64 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perubahan iklim menyebabkan ancaman serius bagi kota-kota pesisir, termasuk Jakarta.
  • Kenaikan permukaan laut dapat mengakibatkan ratusan juta orang kehilangan tempat tinggal di seluruh dunia.
  • Langkah-langkah adaptasi harus segera diambil untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang semakin parah.
Jakarta, Indonesia - NASA memperingatkan bahwa permukaan air laut dunia akan naik antara 0,9 hingga 1,8 meter pada akhir abad ini akibat perubahan iklim yang menyebabkan pencairan es di kutub. Kenaikan air ini bisa menyebabkan ratusan juta orang kehilangan tempat tinggal, khususnya yang tinggal di pesisir.
Jakarta, ibu kota Indonesia, menjadi salah satu kota paling cepat tenggelam di dunia. Permukaan air di Jakarta naik sekitar 17 cm setiap tahun karena kota ini berada di dataran rendah bekas rawa dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Hal ini membuat risiko banjir semakin tinggi, seperti yang terjadi pada awal Maret 2025 di Jabodetabek dan Jawa.
Banjir besar pernah melanda Jakarta pada 2007 dan menyebabkan 80 korban jiwa serta kerugian besar. Karena risiko ini, pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara yang diperkirakan selesai pada 2045, sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak tenggelamnya Jakarta.
Selain Jakarta, beberapa kota besar di dunia seperti Alexandria, Miami, Lagos, Dhaka, dan Bangkok juga menghadapi risiko besar tenggelam dan kehilangan wilayah akibat kenaikan air laut. Kota-kota ini memiliki populasi besar dan berada di wilayah rendah yang rentan banjir dan kerusakan.
Para ilmuwan menegaskan bahwa meski kenaikan air laut berlangsung perlahan, dampaknya akan menetap dan sangat merusak. Oleh karena itu, tindakan adaptasi seperti peninggian tanggul, pemulihan mangrove, dan pengelolaan air yang lebih baik sangat penting untuk menghindari bencana yang lebih besar di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260213142256-37-710995/nasa-ungkap-tanda-kiamat-jakarta-dalam-bahaya

Analisis Ahli

James Hansen (Ilmuwan Iklim)
"Kenaikan permukaan laut merupakan ancaman eksistensial yang memerlukan tindakan global segera; tanpa pengurangan gas rumah kaca drastis, kota-kota pesisir akan mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki."
Rizaldi Boer (Ahli Klimatologi Indonesia)
"Indonesia harus memperkuat kebijakan adaptasi seperti peninggian tanggul dan rehabilitasi mangrove untuk mengurangi dampak kenaikan air laut serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko ini."

Analisis Kami

"Situasi ini sangat mengkhawatirkan karena penanganan yang lambat dan kurang agresif dalam mitigasi perubahan iklim bisa memperparah dampak banjir dan tenggelamnya wilayah pesisir. Pemerintah dan masyarakat harus segera menjalankan upaya adaptasi dan pengurangan emisi secara serius agar bencana yang lebih besar dapat dicegah."

Prediksi Kami

Jika tidak ada tindakan nyata untuk mengurangi emisi dan memperbaiki pengelolaan lingkungan, banyak kota pesisir termasuk Jakarta bakal kehilangan wilayahnya secara permanen, menyebabkan krisis sosial dan ekonomi besar-besaran.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diperkirakan NASA terkait kenaikan permukaan air laut?
A
NASA memperkirakan bahwa permukaan air laut akan naik antara 0,9-1,8 meter pada akhir abad ini.
Q
Mengapa Jakarta dianggap sebagai salah satu kota yang paling cepat tenggelam?
A
Jakarta berada di dataran rendah, memiliki banyak sungai, dan langsung berbatasan dengan Laut Jawa, sehingga rentan terhadap kenaikan permukaan laut.
Q
Apa langkah yang diambil pemerintah Indonesia terkait pemindahan ibu kota?
A
Pemerintah Indonesia memindahkan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara sebagai langkah mitigasi terhadap ancaman tenggelam di Jakarta.
Q
Sebutkan beberapa kota lain yang terancam tenggelam akibat perubahan iklim.
A
Beberapa kota lain yang terancam tenggelam termasuk Alexandria, Miami, Lagos, Dhaka, dan Bangkok.
Q
Apa tindakan adaptasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak perubahan iklim?
A
Tindakan adaptasi yang dapat dilakukan termasuk peninggian tanggul, pemulihan mangrove, dan manajemen air yang lebih baik.