Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ancaman Tenggelam Jakarta dan Kota Pesisir Akibat Kenaikan Air Laut

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (3mo ago) climate-and-environment (3mo ago)
01 Jan 2026
291 dibaca
2 menit
Ancaman Tenggelam Jakarta dan Kota Pesisir Akibat Kenaikan Air Laut

Rangkuman 15 Detik

Perubahan iklim menyebabkan peningkatan signifikan permukaan laut yang mengancam banyak kota, termasuk Jakarta.
Jakarta mengalami masalah banjir yang semakin parah, menciptakan urgensi untuk memindahkan ibu kota.
Langkah adaptasi seperti pemulihan mangrove dan manajemen air sangat penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
NASA memperingatkan bahwa permukaan air laut akan naik antara 0,9 sampai 1,8 meter pada akhir abad ini akibat perubahan iklim. Hal ini menyebabkan pencairan es di kutub yang menambah volume air laut, sehingga mengancam banyak kota besar di dunia, termasuk Jakarta yang dikenal sebagai salah satu kota yang paling cepat tenggelam. Jakarta mengalami kenaikan permukaan air laut sekitar 17 cm per tahun. Kota ini berada di dataran rendah bekas rawa dan dilintasi banyak sungai serta berbatasan langsung dengan Laut Jawa, menjadikannya sangat rentan terhadap banjir. Pada tahun 2025, banjir parah terjadi di wilayah Jabodetabek dan Jawa termasuk Bekasi yang mengalami kondisi terburuk sejak 2016 dan 2020. Kerusakan akibat banjir tidak hanya merugikan secara material tetapi juga menyebabkan korban jiwa, seperti pada banjir besar tahun 2007 yang merenggut 80 nyawa. Ancaman ini menjadi salah satu alasan utama pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN), yang dijadwalkan selesai pada 2045 sebagai tempat pelarian jika Jakarta semakin tenggelam. Selain Jakarta, kota-kota pesisir di berbagai negara seperti Alexandria, Miami, Lagos, Dhaka, dan Bangkok juga mengalami risiko serupa akibat kenaikan permukaan air laut dan penurunan tanah. Kerusakan dan kehilangan wilayah diprediksi akan bersifat permanen jika tidak dilakukan tindakan mitigasi dan adaptasi yang serius. Di Indonesia, selain Jakarta, wilayah lain seperti Semarang, Surabaya, dan bagian utara Papua juga harus waspada. Langkah adaptasi seperti pembangunan tanggul, pemulihan mangrove, dan pengelolaan air yang baik harus segera diterapkan agar bagian wilayah dan populasi ini dapat terlindungi dari ancaman tenggelam yang mengerikan.

Analisis Ahli

James Hansen
Pentingnya mengurangi emisi gas rumah kaca secara radikal untuk mencegah skenario terburuk kenaikan permukaan laut yang memusnahkan kota pesisir.
Betsy Otto
Adaptasi lokal yang melibatkan komunitas secara aktif adalah kunci keberhasilan mitigasi dampak perubahan iklim di kawasan pesisir.
Andri Snidvongs
Pemindahan ibu kota adalah langkah besar, tapi tidak cukup tanpa perbaikan manajemen air dan restorasi ekosistem seperti mangrove.