Jakarta Jadi Kota Terpadat Dunia, Tokyo Terjun ke Posisi Tiga
Bisnis
Ekonomi Makro
14 Jan 2026
147 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Jakarta kini menjadi kota paling padat penduduk di dunia selon PBB.
Perubahan metodologi PBB mempengaruhi perhitungan populasi kota-kota besar.
Tokyo mengalami penurunan populasi yang signifikan, sementara kota-kota di Asia lainnya terus berkembang.
Menurut laporan terbaru oleh PBB yang berjudul World Urbanization Prospects 2025, Jakarta telah menggeser Tokyo sebagai kota dengan populasi terbanyak di dunia. Perubahan ini disebabkan oleh pendekatan baru PBB dalam mendefinisikan wilayah perkotaan, yang memperhitungkan kawasan penyangga Jakarta seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang.
Metodologi baru ini berbeda dengan cara lama yang hanya berdasarkan batas administratif kota, sehingga menyebabkan populasi Jakarta meningkat drastis menjadi 42 juta jiwa. Sementara itu, populasi Tokyo berada di angka 33 juta jiwa karena hanya menghitung wilayah inti dan tidak seluruh prefektur penyangga seperti Kanagawa, Saitama, dan Chiba.
Selain perubahan metode, Tokyo juga mengalami penurunan populasi akibat faktor demografis seperti penuaan penduduk, rendahnya angka kelahiran, dan sedikitnya imigran. Jepang secara umum telah mengalami penurunan populasi selama 16 tahun berturut-turut, yang berdampak pada menurunnya jumlah penduduk di kota-kota besar termasuk Tokyo.
Di sisi lain, kota-kota lain, terutama di Asia seperti Dhaka dan Shanghai, menunjukkan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Dhaka kini berada di posisi kedua dan diprediksi akan melampaui Jakarta pada tahun 2050 sebagai kota dengan populasi terpadat di dunia.
Laporan PBB juga memperkirakan bahwa pada tahun 2050, populasi Tokyo akan turun menjadi sekitar 30,7 juta dan posisinya turun ke peringkat ketujuh dunia. Hal ini menandai perubahan besar dalam dinamika urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di kota-kota megapolitan dunia.
Analisis Ahli
Prof. Budi Santoso (Ahli Demografi Universitas Indonesia)
Metodologi baru PBB memberikan gambaran lebih realistis mengenai urbanisasi, tapi juga memperlihatkan tantangan serius terutama bagi kota-kota berkembang seperti Jakarta yang perlu memperkuat sistem transportasi dan perumahan.Dr. Ayako Tanaka (Peneliti Demografi Jepang)
Penurunan populasi Tokyo adalah refleksi tren demografis nasional Jepang yang mengkhawatirkan, dan ini akan berdampak luas terhadap ekonomi dan kebijakan sosial Jepang di masa depan.

