Krisis Air di Mesopotamia: Sungai Eufrat dan Tigris Diperkirakan Kering Tahun 2040
Sains
Iklim dan Lingkungan
03 Apr 2026
73 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kekeringan Sungai Eufrat dan Tigris merupakan ancaman serius bagi kehidupan jutaan orang.
Perubahan iklim menjadi faktor utama yang mempengaruhi sumber daya air di wilayah tersebut.
Peringatan dari Nabi Muhammad SAW mengenai Sungai Eufrat dapat diinterpretasikan dalam konteks modern sebagai tanda-tanda krisis lingkungan dan sosial.
Sungai Eufrat dan Tigris yang terkenal sebagai sumber kehidupan dan peradaban pertama di Mesopotamia kini menghadapi ancaman kekeringan total pada 2040. Wilayah ini yang berada di Irak saat ini sangat bergantung pada aliran kedua sungai tersebut.
Penurunan aliran air hampir 50% dalam 10 tahun terakhir dicatat melalui citra satelit, dengan kehilangan 144 kilometer kubik air antara 2003 dan 2013. Faktor utamanya adalah perubahan iklim dan aktivitas manusia yang menyebabkan penurunan permukaan air.
Kekeringan ini dapat menimbulkan krisis besar bagi 60 juta penduduk yang bergantung pada sungai, berisiko memperburuk konflik sosial dan ekonomi. Bahkan hadis Nabi Muhammad SAW telah meramalkan peristiwa ini sebagai tanda kiamat.
Analisis Ahli
Ahmad Fauzi, Ahli Hidrologi
Penurunan drastis aliran air ini merupakan konsekuensi nyata dari perubahan iklim global dan penggunaan air yang tidak efisien. Penting bagi negara-negara di hilir dan hulu untuk bekerja sama mengelola sungai ini dalam kerangka yang berkelanjutan.Siti Nurhaliza, Pakar Lingkungan
Ancaman kekeringan ini bukan hanya persoalan lingkungan tetapi juga dapat memicu konflik politik dan sosial karena sumber air adalah kebutuhan utama jutaan orang di sekitarnya.


