Fenomena Banjir dan Kekeringan Batang Kuranji: Pentingnya Pemulihan Tutupan Hutan Hulu
Sains
Iklim dan Lingkungan
05 Feb 2026
166 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kota Padang mengalami fenomena hidrologi yang ekstrem dengan banjir bandang di akhir 2025 dan penipisan aliran sungai di awal 2026.
Perubahan tutupan lahan dan sedimentasi berkontribusi pada perubahan debit air sungai.
Pemulihan fungsi alami ekosistem daerah aliran sungai sangat penting untuk menjaga ketersediaan air.
Pada akhir 2025, Kota Padang mengalami banjir bandang yang disebabkan oleh hujan ekstrem dari Siklon Tropis Senyar yang mengguyur hulu Sungai Batang Kuranji. Curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat membuat air tidak dapat terserap oleh tanah di lereng Bukit Barisan, sehingga mengalir deras ke sungai dan menimbulkan banjir besar yang merendam beberapa kecamatan.
Banjir membawa material sedimen yang terbawa dari lereng dan mengendap di dasar sungai, meningkatkan tinggi permukaan dasar sungai hingga satu sampai dua meter. Kondisi ini membuat aliran air sungai menjadi dangkal dan berpotensi memicu masalah lain seperti berkurangnya kapasitas sungai menampung air.
Memasuki awal 2026, hujan yang turun di hulu sungai hanya sedikit, sehingga air di Batang Kuranji mulai menipis dan bahkan mengalami losting stream, yaitu ketika air sungai meresap ke dalam tanah dan menyebabkan aliran permukaan berkurang. Fenomena ini menyebabkan mata air dan sumur penduduk di daerah hilir ikut mengering, sehingga pasokan air bersih di daerah Padang terganggu.
Penyebab utama dari masalah ini adalah perubahan tutupan lahan di kawasan hulu yang semula hutan berganti menjadi kebun, ladang, jalan, dan permukiman. Perubahan ini mengurangi kemampuan tanah menyimpan air dan mempercepat aliran permukaan, sementara sedimentasi mempercepat pendangkalan sungai yang menyebabkan perubahan bentuk alur sungai.
Solusi utama untuk mengatasi permasalahan ini adalah memulihkan kembali fungsi hulu sungai sebagai spons alami dengan melakukan reboisasi, pengendalian erosi, perlindungan zona mata air, serta penataan pemanfaatan air supaya aliran dasar sungai kembali stabil. Jika hal ini berhasil, maka Batang Kuranji tidak akan mudah kekeringan di musim kemarau dan juga tidak akan mudah meluap saat hujan deras.
Analisis Ahli
Dian Fiantis
Penurunan fungsi spons alami DAS akibat perubahan tutupan lahan menyebabkan aliran permukaan lebih cepat dan menurunnya baseflow, sehingga menyebabkan banjir saat hujan deras dan kekeringan saat musim kering. Pemulihan hutan dan pengelolaan lahan yang baik adalah kunci mengatasi masalah ini.

