Risiko Radiasi Luar Angkasa dan Tantangan Misi Artemis II ke Bulan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
02 Apr 2026
144 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi Artemis II akan memberikan data penting tentang dampak radiasi luar angkasa pada kesehatan astronot.
Astronot akan menghadapi risiko radiasi dari flare matahari dan radiasi kosmik galaksi selama misi ini.
Perlindungan dan pengukuran radiasi sangat penting untuk keselamatan astronot dalam misi luar angkasa.
Misi Artemis II akan mengirim empat astronaut mengelilingi bulan yang memungkinkan NASA mempelajari dampak radiasi ruang angkasa pada kesehatan manusia. Setelah keluar dari medan magnet Bumi, astronaut akan terpapar lebih banyak partikel energi tinggi dari matahari, seperti solar flare yang berbahaya.
Menurut Patricia Reiff, radiasi dari solar flare dan galactic cosmic rays adalah ancaman utama. Solar flare datang dengan partikel berenergi tinggi yang dapat menembus kapal, sedangkan cosmic rays adalah radiasi konstan yang sulit dilindungi. Meski begitu, solar maximum saat ini justru membantu mengurangi cosmic rays karena angin matahari yang kuat.
Misi ini akan mengukur dosis radiasi pada astronaut dengan monitor pribadi dan Orion menawarkan perlindungan lebih baik dibandingkan Apollo. Studi dan sensor di pesawat akan membimbing astronaut mencari perlindungan saat badai radiasi, mengurangi risiko kematian akibat paparan radiasi yang tinggi.
Analisis Ahli
Patricia Reiff
Radiasi dari solar flare dan cosmic rays menimbulkan risiko serius, namun puncak aktivitas matahari juga membantu mengurangi radiasi cosmic rays sehingga waktu terbaik untuk misi adalah saat solar maximum, dengan kesiapan perlindungan yang maksimal.


