Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Meta Bangun Pembangkit Gas Alam Besar, Tolak Janji Iklim Sendiri

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (4d ago) climate-and-environment (4d ago)
02 Apr 2026
177 dibaca
1 menit
Meta Bangun Pembangkit Gas Alam Besar, Tolak Janji Iklim Sendiri

Rangkuman 15 Detik

Meta berinvestasi besar dalam pembangkit listrik gas alam meskipun telah berkomitmen pada keberlanjutan.
Emisi dari pembangkit listrik baru akan melebihi jejak karbon total Meta.
Kebocoran metana dari gas alam dapat membuat dampak iklim lebih buruk daripada batu bara.
Meta membangun 10 pembangkit listrik berbahan gas alam di Louisiana untuk memenuhi kebutuhan listrik data center AI Hyperion mereka. Pasokan listrik dari pembangkit ini setara dengan konsumsi listrik negara bagian South Dakota. Langkah ini menarik perhatian karena skala dan dampaknya terhadap lingkungan. Pembangkit gas alam ini diperkirakan menghasilkan 12,4 juta ton CO2 setiap tahun, yang 50% lebih besar dari jejak karbon Meta tahun 2024. Meta sendiri dikenal aktif membeli energi terbarukan, baterai, dan nuklir, sehingga keputusan menggunakan gas alam dianggap kontradiktif. Selain itu, kebocoran metana yang tidak diungkap dalam laporan keberlanjutan Meta menambah masalah lingkungan. Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran dan kritik tentang komitmen iklim Meta. Mereka harus meningkatkan transparansi dan memperhitungkan dampak nyata dari emisi metana. Jika tidak, reputasi perusahaan dan upaya mitigasi perubahan iklim berisiko tergerus.

Analisis Ahli

Dr. Jane Goodall (Lingkungan Hidup)
Penggunaan gas alam sebagai 'bahan bakar jembatan' sudah usang dan tidak lagi dapat dibenarkan oleh fakta-fakta ilmiah tentang kebocoran metana yang kontribusinya lebih besar dari karbon dioksida.
Prof. Michael Mann (Klimatolog)
Setiap langkah balik ke bahan bakar fosil, termasuk gas alam, memperlambat kemajuan yang dibuat untuk mitigasi perubahan iklim dan harus dihindari oleh perusahaan besar seperti Meta.