Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ancaman Komputer Kuantum pada Ethereum dan Risiko Besar Aset Digital

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (7d ago) cryptocurrency (7d ago)
31 Mar 2026
14 dibaca
1 menit
Ancaman Komputer Kuantum pada Ethereum dan Risiko Besar Aset Digital

Rangkuman 15 Detik

Komputasi kuantum dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan Ethereum.
Kunci admin pada kontrak pintar di Ethereum sangat rentan terhadap serangan kuantum.
Ethereum sedang melakukan penelitian untuk mengembangkan solusi tahan kuantum sebelum ancaman menjadi nyata.
Google Quantum AI menerbitkan paper yang menjelaskan potensi serangan komputer kuantum terhadap Ethereum dengan kerentanan kunci publik yang terlihat di blockchain. Ethereum, berbeda dengan bitcoin, memaparkan kunci publik secara permanen begitu pengguna melakukan transaksi, sehingga meningkatkan risiko serangan. Penulis mengungkapkan lima metode serangan berbeda yang menargetkan berbagai bagian ekosistem Ethereum. Sekitar 20,5 juta ETH dalam dompet Ethereum terbesar dan 2,5 juta ETH dalam kontrak pintar dengan admin key berpotensi terekspos. Serangan ini juga berimplikasi lebih luas ke stablecoin bernilai sekitar 200 miliar dolar yang dapat dipalsukan oleh penyerang. Layer 2 dan cross-chain bridges juga rentan kecuali StarkNet yang menggunakan kriptografi hash-based. Ancaman ini dapat mengakibatkan pencurian besar-besaran, gangguan konsensus melalui serangan pada validator staking, serta kegagalan sistem keamanan Layer 2. Ethereum Foundation tengah mengembangkan kriptografi tahan kuantum dengan roadmap hingga 2029, namun membutuhkan pembaruan menyeluruh di setiap protokol dan smart contracts untuk mengelakkan risiko besar.

Analisis Ahli

Justin Drake
Peralihan ke kriptografi tahan kuantum adalah keharusan untuk memastikan keamanan jangka panjang Ethereum, dan hal ini memerlukan kolaborasi intensif dari seluruh komunitas untuk mengimplementasikan update secara menyeluruh.
Dan Boneh
Komputer kuantum akan menguji batas keamanan kriptografi saat ini, sehingga riset dan pengembangan sistem post-kuantum tidak bisa ditunda jika ingin menghindari kerugian besar di dunia blockchain.