Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ancaman Komputer Kuantum pada Bitcoin: Risiko Serangan Taproot Meningkat Pesat

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (2d ago) cryptocurrency (2d ago)
31 Mar 2026
163 dibaca
1 menit
Ancaman Komputer Kuantum pada Bitcoin: Risiko Serangan Taproot Meningkat Pesat

Rangkuman 15 Detik

Penelitian menunjukkan bahwa ancaman kuantum terhadap Bitcoin mungkin lebih segera daripada yang diperkirakan.
Taproot, meskipun meningkatkan efisiensi, membuat dompet lebih rentan terhadap serangan kuantum.
Investor perlu memperhatikan potensi risiko dan menyesuaikan strategi mereka terkait dengan teknologi kuantum yang berkembang.
Google Quantum AI mengumumkan bahwa kekuatan kuantum yang dibutuhkan untuk memecahkan enkripsi Bitcoin dan Ethereum jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, dengan sebanyak 1.200-1.450 qubit cukup untuk melancarkan serangan efektif. Teknologi Taproot yang diterapkan Bitcoin membuat public key lebih terlihat, meningkatkan risiko keamanan bagi pengguna. Ini menandai perubahan signifikan dalam ancaman yang dihadapi dunia kripto terkait komputer kuantum. Penelitian menjelaskan serangan kuantum dapat dilakukan secara real time saat transaksi berlangsung, mengambil keuntungan dari pengungkapan sementara public key, dengan peluang mengalahkan konfirmasi transaksi sampai 41%. Sekitar 6,9 juta bitcoin sudah berada di dompet yang public key-nya terekspos, memperbesar target serangan potensial. Selain Bitcoin, Ethereum lebih terlindungi berkat waktu konfirmasi yang lebih cepat. Dampak penelitian ini menunjukkan perlu ada percepatan migrasi ke kriptografi tahan kuantum dan pembaruan protokol keamanan. Google menggunakan zero-knowledge proof untuk membuktikan hasil tanpa mempertaruhkan penyalahgunaan teknik serangan. Investor perlu waspada bahwa ancaman ini sedang berkembang dan peluang serangan kuantum menjadi lebih realistis dalam waktu dekat.

Analisis Ahli

John Preskill
Google's findings bring us closer to the quantum era where cryptographic vulnerabilities become urgent. The decrease in required qubits highlights the need for quantum-resistant algorithms much sooner than planned.
Vitalik Buterin
Faster transaction confirmations like in Ethereum reduce real-time quantum risk, but no blockchain is immune long-term. A proactive approach to quantum-safe cryptography is vital.