Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ancaman Komputasi Kuantum: Enkripsi Bitcoin Bisa Diretas dalam 10 Hari

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (2d ago) cyber-security (2d ago)
31 Mar 2026
56 dibaca
1 menit
Ancaman Komputasi Kuantum: Enkripsi Bitcoin Bisa Diretas dalam 10 Hari

Rangkuman 15 Detik

Risiko keamanan dari enkripsi yang melindungi aset digital semakin meningkat dengan kemajuan dalam komputasi kuantum.
Peralihan ke platform yang tahan kuantum menjadi mendesak bagi industri sebelum biaya teknologi ini menjadi lebih terjangkau.
Stablecoin sedang memasuki fase baru yang menekankan kepatuhan dan transparansi dalam infrastruktur keuangan.
Komputasi kuantum kini semakin efisien sehingga dapat memecahkan enkripsi yang melindungi Bitcoin dan Ethereum dengan jumlah qubit yang jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sekitar 26.000 qubit sudah cukup untuk menjalankan algoritma yang membobol ECC-256 dalam waktu 10 hari. Studi yang melibatkan Caltech, Oratomic, dan Google Quantum AI memperkirakan kebutuhan qubit telah turun drastis dari ratusan ribu menjadi sekitar 10.000-26.000. RSA-2048, standar yang digunakan di sektor perbankan, membutuhkan qubit lebih banyak yakni sekitar 102.000 dan waktu yang lebih lama. Ancaman kuantum ini mengindikasikan pentingnya migrasi cepat ke enkripsi tahan kuantum. Meski serangan langsung pada transaksi masih sulit dalam waktu singkat, dana lama yang tersimpan di dompet dapat berisiko besar di masa depan karena enkripsi yang ada mulai rentan.

Analisis Ahli

Scott Aaronson
Pengurangan kebutuhan qubit secara signifikan menandai kemajuan besar dalam algoritma dan hardware kuantum, mendorong urgensi kolaborasi antara akademisi dan industri untuk mengamankan infrastruktur kriptografi.
Lov Grover
Selama teknologi kuantum mampu memecahkan kriptografi pada skala yang makin kecil, kita harus mempercepat penelitian pada sistem kriptografi yang benar-benar tahan terhadap serangan kuantum untuk mencegah potensi kerugian yang masif.