Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ancaman Komputasi Kuantum Bisa Menghancurkan Keamanan Bitcoin Tahun 2029

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (2d ago) cryptocurrency (2d ago)
31 Mar 2026
58 dibaca
1 menit
Ancaman Komputasi Kuantum Bisa Menghancurkan Keamanan Bitcoin Tahun 2029

Rangkuman 15 Detik

Komputasi kuantum dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan cryptocurrency seperti bitcoin.
Proyek seperti QRL yang menggunakan teknologi aman kuantum bisa mendapatkan perhatian lebih di pasar.
Stabilcoin sedang memasuki era institusional, semakin terintegrasi dalam infrastruktur keuangan.
Penelitian terbaru dari Google dan Caltech menunjukkan bahwa komputasi kuantum dengan jumlah qubit yang lebih sedikit dari sebelumnya dapat memecahkan kriptografi blockchain Bitcoin dan Ethereum. Hal ini mempercepat ancaman eksistensial terhadap keamanan fundamental cryptocurrency ini. Komputasi kuantum berpotensi melumpuhkan sistem kripto yang selama ini dipercaya aman. Sekitar 25% hingga 30% pasokan Bitcoin sudah rentan terhadap serangan kuantum di masa depan. Penelitian menyebutkan bahwa jaringan Bitcoin perlu mengadopsi teknologi tahan kuantum paling lambat pada tahun 2029. Saat ini, QRL sebagai blockchain tahan kuantum menggunakan algoritma XMSS yang diakui tahan terhadap serangan kuantum. Kekhawatiran akan ancaman kuantum telah mendorong token QRL naik 40% dalam 24 jam terakhir. Ini menunjukkan peluang pasar bagi teknologi blockchain tahan kuantum semakin menguat. Di masa depan, adopsi teknologi tahan kuantum akan menjadi keharusan agar ekosistem kripto dapat terus dipercaya dan bertahan.

Analisis Ahli

Charles Edwards
Ancaman kuantum akan meruntuhkan prinsip dasar kripto yaitu 'percaya pada kode' dan mengubah persepsi 'uang keras' Bitcoin.
Haseeb
Jaringan harus melakukan upgrade ke teknologi tahan kuantum sekitar tahun 2029 untuk menghindari risiko serius.