Badai Geomagnetik G4 Mendekat, Aurora Borealis Bisa Terlihat di 24 Negara Bagian AS
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
19 Jan 2026
30 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Aurora dapat terlihat dari banyak negara bagian AS selama geomagnetic storm.
CME yang kuat dapat meningkatkan kemungkinan tampilan aurora.
Kondisi langit yang gelap dan bersih sangat penting untuk melihat aurora.
Pada tanggal 19 hingga 20 Januari 2026, Badan Cuaca Antariksa NOAA memprediksi kemungkinan badai geomagnetik kuat yang dapat menyebabkan aurora borealis terlihat dari banyak tempat di Amerika Serikat. Badai ini disebabkan oleh lontaran massa korona (CME) dari matahari yang terbentuk setelah semburan flare besar kelas X1.9.
CME tersebut diperkirakan akan sampai ke Bumi antara 19 dan 20 Januari, dan dapat memicu badai geomagnetik tingkat G3 hingga G4 pada skala lima tingkat NOAA. Efeknya bisa membuat aurora terlihat tidak hanya di wilayah utara, tetapi juga menjangkau negara bagian yang lebih selatan seperti Oregon dan Pennsylvania.
Karena bertepatan dengan fase bulan baru, langit pada malam itu akan sangat gelap tanpa cahaya bulan, meningkatkan kemungkinan aurora terlihat lebih jelas bahkan jika intensitasnya tidak terlalu tinggi. Kondisi ini ideal untuk pengamatan dan fotografi aurora.
Untuk mengamatinya, sangat disarankan memilih lokasi yang gelap dan bebas dari polusi cahaya. Penggemar fotografi juga bisa memanfaatkan kemampuan kamera smartphone modern dengan mode malam dan stabilisasi agar bisa menangkap aurora dengan baik.
Fenomena aurora ini merupakan dampak dari partikel bermuatan yang menembus medan magnet Bumi dan bertabrakan dengan atmosfer, melepaskan cahaya. Walaupun puncak aktivitas matahari sudah terlewati, tahun-tahun setelahnya masih dapat menghadirkan kejadian luar biasa seperti ini.
Analisis Ahli
Dr. Tamitha Skov (Fisika Antariksa)
Kondisi geomagnetik saat ini sangat berpotensi untuk menghasilkan aurora yang mengesankan, terutama dengan Kp index mencapai 8 dan arah Bz yang mengarah ke selatan. Peristiwa seperti ini mengingatkan kita bahwa aktivitas matahari di masa setelah maksimum siklus seringkali masih sangat aktif dan berpengaruh terhadap Bumi.

