Kurangnya Transparansi Iklan AI Samsung di TikTok Memicu Kecurigaan Pengguna
Bisnis
Marketing
28 Mar 2026
91 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Transparansi dalam penggunaan AI dalam iklan sangat penting untuk melindungi konsumen.
Kegiatan perusahaan seperti Samsung dan TikTok dalam inisiatif transparansi konten masih perlu diperbaiki.
Regulasi yang mengharuskan pengungkapan AI dalam iklan mulai diterapkan di berbagai negara.
Iklan di TikTok yang dibuat dengan teknologi generatif AI sering muncul tanpa label yang jelas seperti yang diwajibkan oleh kebijakan TikTok. Salah satu perusahaan besar, Samsung, diketahui menggunakan AI dalam iklan mereka di YouTube dengan label yang sesuai, namun iklan yang sama di TikTok tidak menunjukkan label AI.
Samsung dan TikTok adalah anggota Content Authenticity Initiative yang bertujuan mempromosikan transparansi konten melalui standar C2PA. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan label AI pada iklan di TikTok masih tidak konsisten, dan bahkan iklan dari perusahaan lain seperti Cazoo baru diberi label setelah dilaporkan oleh pengguna.
Ketidaktelitian dalam penandaan iklan AI ini menimbulkan keraguan tentang bagaimana platform dan pengiklan menjalankan regulasi mereka. Jika tidak ada kontrol dan penegakan yang jelas, pengguna akan terus kesulitan membedakan konten manusia asli dan AI, menimbulkan risiko di ranah periklanan yang seharusnya diatur ketat.
Analisis Ahli
Kate Crawford
Transparansi dalam penggunaan AI adalah fondasi penting untuk membangun kepercayaan publik. Tanpa pengungkapan yang jelas, AI bisa digunakan sebagai alat manipulasi dalam konteks periklanan yang merugikan konsumen.Tim Hwang
Industri teknologi dan periklanan perlu mengadopsi standar yang tidak hanya wajib secara teknis tapi juga diterapkan secara konsisten agar etika penggunaan AI dan kejelasan konten dapat terjaga.
