
Courtesy of TheVerge
C2PA dan Kegagalan Media Sosial Melawan Konten AI Palsu
Menjelaskan keterbatasan sistem pelabelan keaslian seperti C2PA dalam mengatasi konten AI palsu dan menyerukan perlunya pendekatan yang lebih serius dan menyeluruh untuk melindungi keaslian dan kepercayaan di media sosial, sekaligus mengkritik paradoks perusahaan teknologi yang mengembangkan alat AI sekaligus mempromosikan standar autentikasi asli.
23 Feb 2026, 23.00 WIB
50 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kekhawatiran tentang dampak AI terhadap autentisitas konten semakin meningkat.
- C2PA adalah upaya untuk memberikan solusi dalam menandai konten yang otentik, tetapi ada banyak tantangan dalam penerapannya.
- Perusahaan teknologi besar seringkali terjebak dalam konflik kepentingan antara menghasilkan konten yang menarik dan menjaga keaslian.
Global, Tidak Spesifik - Seiring dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan, muncul masalah serius di media sosial: keaslian konten kini semakin sulit dibedakan karena AI bisa menciptakan karya yang sangat mirip dengan aslinya. Adam Mosseri dari Instagram mengungkapkan kekhawatirannya tentang hal ini dan mengusulkan pelabelan konten asli yang dilakukan oleh produsen kamera untuk menjaga kepercayaan pengguna. Namun, upaya ini belum cukup.
C2PA adalah standar yang didukung oleh sejumlah perusahaan teknologi besar untuk melacak asal-usul dan keaslian konten digital. Sistem ini menanamkan metadata tersembunyi pada foto, video, dan audio untuk mengonfirmasi siapa pembuatnya dan apakah AI terlibat dalam proses pembuatan. Walaupun sudah mulai diadopsi, penerapannya masih terbatas dan tidak konsisten di berbagai platform.
Banyak masalah muncul karena tidak semua pihak, terutama produsen kamera lama dan platform media sosial, mengikuti standar C2PA secara penuh. Selain itu, metadata ini bisa dengan mudah dihapus atau diabaikan. Pengguna juga perlu usaha ekstra untuk memeriksa keaslian konten, sesuatu yang sulit bagi kebanyakan orang yang tidak familiar dengan teknologi ini.
Pada kenyataannya, perusahaan teknologi seperti Meta, Google, dan OpenAI tetap mengembangkan alat berbasis AI yang justru memperbanyak konten palsu. Mereka seringkali mengandalkan sistem pelabelan sebagai tameng, sementara bisnis mereka tetap meraup untung besar dari penggunaan AI. Ini menimbulkan dilema tentang seberapa serius mereka melawan misinformasi dan keaslian konten.
Mengandalkan pelabelan keaslian semata tidak akan menyelesaikan masalah konten AI palsu secara menyeluruh. Dibutuhkan pendekatan baru yang fokus juga pada kredibilitas pembuat konten dan cara moderasi yang lebih efektif. Namun, tanpa komitmen penuh dari semua pihak, terutama platform besar seperti X yang menarik diri dari inisiatif ini, tantangan menjaga keaslian media sosial akan terus berlanjut.
Referensi:
[1] https://theverge.com/ai-artificial-intelligence/882956/ai-deepfake-detection-labels-c2pa-instagram-youtube
[1] https://theverge.com/ai-artificial-intelligence/882956/ai-deepfake-detection-labels-c2pa-instagram-youtube
Analisis Ahli
Andy Parsons
"C2PA bukan solusi tunggal, tapi membantu mengatasi sebagian masalah autentikasi konten."
Ben Colman
"Mengandalkan pelabelan saja seperti berasumsi bahwa semua konten berbahaya berasal dari beberapa alat tertentu, padahal kenyataannya lebih rumit."
Analisis Kami
"Pelabelan keaslian konten memang langkah awal yang penting, tetapi tanpa penerapan yang konsisten dan edukasi publik, ia hanya menjadi formalitas tanpa efek nyata. Keengganan perusahaan teknologi untuk mengurangi keuntungan dari konten AI menandakan bahwa perang melawan misinformasi hanya akan memperburuk masalah ke depan."
Prediksi Kami
Jika tren saat ini berlanjut, penyebaran konten AI palsu akan semakin marak dan merusak kepercayaan publik, sementara upaya pelabelan seperti C2PA tetap terbatas tanpa dukungan serius dari semua pemangku kepentingan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dikhawatirkan Adam Mosseri tentang AI?A
Adam Mosseri khawatir bahwa autentisitas konten menjadi semakin sulit untuk dipertahankan karena AI dapat meniru realitas.Q
Apa itu C2PA dan bagaimana fungsinya?A
C2PA adalah standar yang bertujuan untuk mengautentikasi media yang bukan dihasilkan oleh AI dengan menambahkan metadata yang tidak terlihat.Q
Mengapa Meta dan OpenAI terlibat dalam C2PA?A
Meta dan OpenAI terlibat dalam C2PA untuk membantu mengatasi masalah keaslian konten dan untuk menjaga integritas platform mereka.Q
Apa tantangan utama yang dihadapi sistem C2PA?A
Tantangan utama yang dihadapi sistem C2PA adalah adopsi yang lambat dan kenyataan bahwa metadata dapat dengan mudah dihapus.Q
Bagaimana AI mempengaruhi konten di platform media sosial?A
AI mempengaruhi konten di platform media sosial dengan menciptakan konten yang mirip dengan karya manusia, yang berpotensi menyebabkan misinformasi.


