Uji Coba Pembatasan Media Sosial Bagi Remaja di Inggris dan Indonesia Mulai Berlaku
Teknologi
Keamanan Siber
26 Mar 2026
64 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Inggris melakukan uji coba pembatasan penggunaan media sosial bagi remaja untuk meningkatkan kesejahteraan digital.
Uji coba mencakup berbagai skenario, termasuk kontrol orang tua dan jam malam.
Aturan tersebut juga akan diterapkan di Indonesia dengan PP Tunas yang mulai berlaku pada Maret 2026.
Inggris tengah menguji coba aturan pembatasan penggunaan media sosial untuk remaja dengan berbagai skenario termasuk jam malam dan pembatasan waktu aplikasi. Uji coba melibatkan 300 remaja selama enam minggu sebagai bagian dari konsultasi kesejahteraan digital.
Aturan pembatasan mencakup kontrol orang tua, batasan satu jam pemakaian aplikasi populer, serta jam malam dari pukul 21:00 sampai 07:00. Di sisi lain, pemerintah Indonesia mulai menerapkan aturan serupa yang mengharuskan platform media sosial menonaktifkan akun milik remaja di bawah 16 tahun mulai 28 Maret 2026.
Langkah ini penting untuk melindungi kesejahteraan mental dan keselamatan digital anak-anak. Meski mendapat penolakan dari sebagian remaja, pembatasan ini bisa mendorong perusahaan media sosial meningkatkan perlindungan usia dan fitur keamanan yang lebih baik.
Analisis Ahli
Dr. Arief Wicaksono (Psikolog anak)
Pembatasan waktu media sosial bisa membantu mengurangi kecemasan dan gangguan tidur pada remaja, tapi harus dibarengi dengan bimbingan orang tua agar efeknya optimal.Prof. Siti Nurjanah (Pakar teknologi informasi)
Teknologi verifikasi usia harus dikembangkan lebih canggih agar pembatasan akses tidak mudah diakali dan anak-anak bisa terlindungi secara efektif.

