China Perluas Peran Bank Dorong Yuan Digital Hadang Dominasi Dolar AS
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
23 Mar 2026
190 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
China semakin serius dalam mendorong adopsi yuan digital untuk memperkuat sistem keuangannya.
Penggunaan e-CNY dapat menjadi alternatif dalam transaksi lintas negara dan menantang dominasi dolar AS.
Adopsi yuan digital menghadapi tantangan dari sistem pembayaran digital yang sudah ada di masyarakat.
China memperluas peran perbankan dalam ekosistem yuan digital dengan menambah 12 bank baru yang diberi wewenang mengelola e-CNY. Bank-bank seperti Shanghai Pudong Development Bank dan China Everbright Bank termasuk dalam daftar perluasan ini. Langkah ini merupakan upaya strategis Beijing mempercepat adopsi e-CNY yang sudah diluncurkan sejak 2019.
Meski adopsi domestik berjalan lambat karena kehadiran Alipay dan WeChat Pay, transaksi yuan digital mencapai 16,7 triliun yuan hingga November 2025. China juga membentuk pusat operasional yuan digital di Shanghai dan memberikan bunga pada kepemilikan e-CNY sejak awal 2026. Kebijakan ketat terhadap mata uang kripto menegaskan fokus Beijing di ranah mata uang digital bank sentral.
Ambisi utama China adalah menjadikan yuan digital sebagai alat pembayaran lintas batas dan mendirikan sistem keuangan alternatif yang menyaingi dolar AS dan jaringan seperti SWIFT. Upaya ini diprediksi akan memperkuat internasionalisasi RMB dan mengubah lanskap sistem keuangan global di masa depan melalui digitalisasi dan kontrol yang lebih besar atas transaksi internasional.
Analisis Ahli
Robin Zhang
AS melarang mata uang digital bank sentral untuk memberi ruang bagi sektor swasta, sementara China justru menutup ruang itu.Tim Sun
Yuan digital bukan hanya soal efisiensi pembayaran domestik, tapi juga merupakan alat penting dalam internasionalisasi yuan dan pembentukan sistem keuangan alternatif di luar dominasi dolar AS.