China Siapkan Stablecoin Yuan untuk Saingi Dominasi Dolar di Pasar Global
Finansial
Mata Uang Kripto
21 Agt 2025
265 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
China berencana untuk memperkenalkan stablecoin yang dibekingi yuan.
Pengembangan stablecoin oleh China merupakan respons terhadap dominasi dolar AS di pasar global.
Pertemuan KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai akan membahas penggunaan yuan dan stablecoin dalam perdagangan lintas batas.
China mulai membuka pintu untuk penggunaan stablecoin, yakni mata uang kripto yang nilainya dijaga tetap stabil dengan patokan mata uang fiat, dalam hal ini yuan. Hal ini cukup mengejutkan karena beberapa waktu lalu pemerintah China melarang keras kepemilikan dan perdagangan mata uang kripto termasuk Bitcoin demi menjaga stabilitas sistem keuangan.
Stablecoin menjadi alat penting dalam dunia kripto karena memberikan kemudahan transfer dana secara instan dan biaya rendah, yang beroperasi selama 24 jam tanpa batas geografis. Amerika Serikat sudah lebih dulu mendukung teknologi ini, terutama stablecoin dengan patokan dolar AS yang mendominasi pasar global sebesar 99% dari suplai stablecoin.
Beijing memandang stablecoin ini sebagai strategi untuk memperluas penggunaan yuan secara global dan mengejar ketertinggalan dengan Amerika Serikat yang lebih dulu mengatur penggunaan stablecoin. Kabinet China sedang mengkaji roadmap untuk menyetujui stablecoin yuan dan rencana ini akan dibahas dalam pertemuan pejabat senior pada akhir Agustus 2025.
Rencana pengembangan stablecoin juga akan memasukkan tanggung jawab regulator dan langkah pencegahan risiko agar tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dalam negeri. China juga berniat membicarakan kemungkinan memperluas penggunaan stablecoin dan yuan untuk perdagangan serta pembayaran lintas batas terutama dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai yang digelar akhir Agustus- awal September.
Pasar stablecoin global kini masih relatif kecil, sekitar Rp 4.12 quadriliun (US$247 miliar) , namun diprediksi akan berkembang pesat hingga mencapai Rp 33.40 quadriliun (US$2 triliun) pada tahun 2028. Langkah China ini dipandang sebagai respons geopolitik untuk mengimbangi dominasi stablecoin berbasis dolar AS sekaligus memajukan posisi yuan sebagai mata uang digital global di masa depan.
Analisis Ahli
Nouriel Roubini
Langkah China memungkinkan stablecoin yang dipatok mata uang fiat bisa menjadi alat penting untuk mengurangi dominasi dolar, tapi risiko regulasi dan manipulasi tetap tinggi.Caitlin Long
China tampak serius mengadopsi stablecoin untuk mendorong efisiensi pembayaran lintas batas dan internasionalisasi yuan, sebuah langkah yang penting untuk ekonomi global ke depan.