Peran Strategis Mata Uang Digital China dalam Menguatkan Yuan Global
Finansial
Mata Uang Kripto
01 Okt 2025
299 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
China mengubah pendekatannya terhadap mata uang digital, beralih dari larangan ke peluncuran stablecoin.
Inisiatif seperti AxCNH dan e-CNY menunjukkan upaya China untuk menantang dominasi USD dalam perdagangan internasional.
Teknologi blockchain dapat membantu meningkatkan adopsi mata uang non-AS dalam transaksi global.
China dulunya melarang kegiatan penambangan dan perdagangan mata uang kripto pada tahun 2021, namun kini mereka berbalik arah dengan meluncurkan stablecoin yang didukung yuan dan pusat operasi untuk mata uang digital resmi mereka, e-CNY, yang berlokasi di Shanghai.
Perubahan sikap China ini terkait erat dengan ketegangan perdagangan yang dipicu oleh Amerika Serikat dan dominasi global dolar AS dalam transaksi mata uang digital, di mana China berambisi memperkuat posisi yuan sebagai mata uang internasional.
Stablecoin AxCNH diluncurkan khusus untuk memfasilitasi pembayaran lintas negara yang terhubung dengan proyek Belt and Road Initiative, sebuah program besar yang melibatkan banyak negara dan memberikan peluang memperluas penggunaan yuan.
Teknologi blockchain yang mendukung mata uang digital ini memungkinkan sistem pembayaran antarnegara yang dapat bersaing dengan sistem pembayaran AS, sehingga memberikan keuntungan teknis dan strategis bagi China dalam arena global.
Dengan keberhasilan ini, kebutuhan akan mata uang yuan dan obligasi China meningkat, membantu stabilitas ekonomi negara tersebut dan memberikan peluang baru dalam perdagangan internasional di masa depan.
Analisis Ahli
Blandina Szalay
Shift China dari pelarangan kripto ke pengembangan stablecoin dan CBDC adalah bukti pentingnya peran strategis mata uang digital dalam menghadapi ketegangan perdagangan dan dominasi USD.