Risiko Menikahi Sepupu: Dampak Genetik yang Perlu Diperhatikan Saat Lebaran
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
21 Mar 2026
109 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Menikahi sepupu dapat meningkatkan risiko kelainan genetik pada anak.
Praktik pernikahan antar kerabat masih berlangsung karena faktor budaya dan sosial.
Kesehatan generasi berikutnya perlu dipertimbangkan sebelum membuat keputusan pernikahan sedarah.
Lebaran menjadi momen reuni keluarga yang sering memunculkan pernikahan antar sepupu yang jarang bertemu. Secara sains, menikahi sepupu memang diperbolehkan namun memiliki risiko kesehatan yang penting diperhitungkan. Risiko penyakit genetik pada anak meningkat karena kesamaan genetik antara pasangan.
Riset dan laporan dari NHS dan Business Insider menyebutkan peningkatan risiko cacat lahir dari 3% menjadi 6% pada anak pasangan sepupu. Kelainan genetik tidak hanya fisik tetapi juga gangguan mental, pendengaran, dan kognitif. Praktik pernikahan sedarah masih marak di Pakistan yang berdampak pada ribuan kasus kelainan genetik.
Kesimpulannya, menikahi sepupu sebaiknya dipertimbangkan matang-matang karena risiko besar bagi kesehatan anak. Edukasi genetik dan pemahaman sosial sangat diperlukan untuk mengurangi dampak kelainan genetik. Keputusan pernikahan perlu memperhatikan aspek kesehatan demi masa depan generasi berikutnya.
Analisis Ahli
Dr. Maria Santoso, Ahli Genetika
Pernikahan antara sepupu memang meningkatkan risiko penyakit genetik karena peningkatan kemungkinan kedua orang tua membawa gen yang sama. Edukasi genetika adalah kunci untuk menurunkan angka kelahiran dengan kelainan.Prof. Indra Nugraha, Pakar Kesehatan Masyarakat
Meski budaya sulit diubah, penting adanya intervensi kebijakan kesehatan yang mendorong pemeriksaan genetik dan konseling pranikah untuk mengurangi dampak negatif pernikahan sedarah.

