Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

FBI Kembali Membeli Data Lokasi Warga, Kontroversi Privasi Meningkat

Teknologi
Keamanan Siber
TechCrunch TechCrunch
19 Mar 2026
189 dibaca
1 menit
FBI Kembali Membeli Data Lokasi Warga, Kontroversi Privasi Meningkat

Rangkuman 15 Detik

FBI kembali membeli data lokasi warga Amerika untuk keperluan investigasi.
Tindakan tersebut menyebabkan kritik terkait pelanggaran hak privasi dan Amandemen Keempat.
Legislator telah mengusulkan undang-undang untuk memerlukan surat perintah sebelum pemerintah dapat membeli data warga.
FBI mulai kembali membeli data lokasi warga Amerika dari broker data komersial untuk keperluan penyelidikan federal. Pengakuan ini datang dari Direktur FBI Kash Patel setelah sebelumnya sempat dihentikan pada 2023. Pembelian dilakukan tanpa surat perintah pengadilan dan melalui sumber data aplikasi konsumen dan teknologi iklan digital. Menurut Patel, pembelian data tersebut sesuai dengan Konstitusi dan Electronic Communications Privacy Act, serta memberikan intelijen berharga bagi FBI. Namun, Senator Ron Wyden mengkritik tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap Amandemen Keempat yang melindungi privasi warga. FBI belum menjawab secara rinci frekuensi dan asal broker data yang digunakan. Praktik ini memicu kekhawatiran besar tentang pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data pribadi. Sebagai respons, beberapa legislator AS mengusulkan undang-undang yang mewajibkan adanya surat perintah pengadilan sebelum pembelian data oleh lembaga pemerintah. Ini menandai potensi perubahan kebijakan dan peningkatan perlindungan privasi di masa depan.

Analisis Ahli

Edward Snowden
Pembelian data semacam ini mengejutkan karena menggambarkan bagaimana teknologi pengawasan berkembang jauh melampaui kontrol demokratis dan transparansi publik.
Bruce Schneier
Pengumpulan data massal dari broker memperlihatkan pentingnya pembaruan hukum privasi yang memperjelas batasan penggunaan data oleh pemerintah.