Inggris Pertimbangkan Batasi Media Sosial Anak, Remaja dan Ahli Menolak
Teknologi
Keamanan Siber
17 Mar 2026
79 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Rencana pemerintah Inggris untuk membatasi media sosial bagi anak di bawah umur mendapat penolakan dari banyak remaja.
Media sosial dianggap memiliki manfaat, seperti membangun kepercayaan diri dan identitas.
Larangan media sosial dapat mendorong anak-anak mencari alternatif yang lebih berbahaya.
Inggris merencanakan aturan pembatasan penggunaan media sosial untuk anak-anak di bawah umur dengan membuka konsultasi publik hingga Mei 2026. Banyak remaja menolak rencana ini karena mereka merasa media sosial menyediakan manfaat penting, seperti membangun kepercayaan diri dan mengekspresikan diri.
Beberapa remaja mengkhawatirkan bahwa larangan bisa memaksa mereka beralih ke alternatif yang lebih berbahaya seperti dark web atau VPN. Platform besar seperti Snapchat, Instagram, dan TikTok telah menerapkan fitur keamanan khusus bagi anak-anak dan remaja untuk membatasi akses konten buruk dan mengatur waktu penggunaan.
Para ahli pun menyatakan pentingnya menanamkan keamanan digital sejak tahap desain aplikasi tanpa menghilangkan akses anak ke dunia digital. Jika kebijakan ini diterapkan secara ketat, berisiko menimbulkan konsekuensi negatif dan sulit ditegakkan karena kemampuan remaja mengakali kontrol yang ada.
Analisis Ahli
Sonia Livingstone
Para politisi harus menuntut keamanan sejak tahap desain, tanpa menghilangkan akses ke dunia digital yang menjadi keinginan dan hak anak-anak.